Ekspektasi Ketika Awal Bekerja

No comments

Oktober 2017 pasca lulus kuliah adalah pertama kalinya mengikuti proses penerimaan kerja di Jakarta.

Pertama kalinya kagum dengan gedung-gedung perkantoran yang menjulang di Jakarta.

Pertama kalinya juga kaget menghadapi wajah asli Jakarta, kemacetan saat jam pergi dan pulang kantor, dan yang paling bikin kaget adalah kepadatan manusia dalam gerbong kereta yang menurutku tidak manusiawi.

Kekagumanku pada Jakarta berakhir dalam 2 hari.

Dan aku berharap saat itu adalah pertama dan terakhirnya kalinya aku mengikuti tes kerja di kota ini.

Harapanku terkabul. Ternyata itu juga menjadi pengalaman tes kerjaku yang pertama dan juga terakhir.

Alhamdulillah.

Tapi sayangnya itu bukanlah akhir yang seperti awal kuharapkan. Untuk minimal 2 tahun ke depan, mau tidak mau aku harus terima bekerja di kota ini, Jakarta.

Hidup memang lucu ya. Wkwk.


Aku, anak baru lulus yang tidak punya basic tentang kerja di pemerintahan. Bukan hanya dari segi pengalaman, tapi juga dari latar belakang keluarga. Belum pernah ada keluargaz dekatku yang latar belakang pendidikannya teknik dan kerja di pemerintahan.

Kalau diibaratkan, gelas yang aku bawa ketika masuk kantor ini adalah gelas kosong dengan sisa air cucian didasarnya. Sedangkan banyak rekan yang lain membawa gelas berisi setengah penuh ketika masuk ke kantor ini.

Aku benar-benar tidak punya gambaran ini kerja apa dan apa yang harus dikerjakan.
Tidak tau etika sebagai pegawai yang baik itu seperti apa.
Tidak tau berapa gajinya pns dan sumber penghasilan tambahan lainnya yang cukup wow.
Tidak tau bahwa uang pensiun adalah suatu hal yang banyak menarik orang untuk mengambil pekerjaan ini.

Aku tidak banyak riset dan aku tidak punya kenalan untuk ditanyai.

Bahkan saat itu juga tidak tau kalau pekerjaan pns adalah pekerjaan yang sulit dipecat. Minimal gaji pokok tetap keluar walau terjadi krisis ekonomi yang menyebabkan pekerja yang lain diluar sana menghadapi phk.

Kamu mau tau apa yang ada dipikiranku ketika pertama-tama mendengar itu semua?

Semua misteri pns yang selama ini sempat jadi pertanyaanku terjawab sudah.

Aman adalah sebuah kata yang paling tepat untuk menggambarkannya.

Aman ini pulalah menurutku membuat orang menjadi terlena untuk malas menerapkan profesionalitas bekerja dan inovasi.

Tapi aku yakin tidak semua seperti ini, masih banyak PNS yang punya niat tulus untuk melayani masyarakat dan membangun negeri. Harapanku semoga siapapun diantara kita yang mempunyai rencana untuk menjadi PNS tetap bisa mempertahankan idealisme yang kita anggap baik dan benar ya.

Aku juga tidak mempunyai pengalaman kerja jadi aku tidak punya pembanding untuk melihat seberapa majunya manajemen pegawai yang ada di instansi pemerintahan. Tapi aku bisa membayangkan suasana kantor yang lain dari cerita teman-temanku.

Di sebuah obrolan, cukup sering dengar teman berkata: “kalau di kantorku yang dulu, gak seperti itu tapi seperti ini”.

Kemudian temannya yang lain menimpali: “Iya aku juga, disini kok kayak gini ya”.

Bagiku sendiri ini sebuah hal yang menguntungkan karena aku datang ke sini tanpa menaruh ekspektasi apa-apa sehingga kantor ini pun tidak bertanggung jawab untuk memenuhi tuntutan ekspektasiku.

Ekspektasiku dari dulu cuma satu: yang namanya jadi pegawai itu gak enak, jadi ngapain pikir yang muluk-muluk.

Minim ekspektasi bukan berarti membiarkan yang tidak baik. Maklum boleh biarkan jangan.

Kenapa aku bisa maklumi ini?

Logikaku gini, instansi pemerintah adalah wajahnya masyarakat. Tugasnya melayani masyarakat. Ingat yang prinsip demokrasi: dari kita, oleh kita, untuk kita? Jadi wajar saja kualitasnya sistem kerja di pemerintahan adalah cerminan dari kualitas masyarakat kita.

Beda dengan swasta. Yang punya adalah perorangan atau kelompok tertentu, jadi perusahaan swasta adalah wajahnya cerminan kelompok tertentu. Wajar prinsip dan sistem kerjanya lebih kompetitif dan mengutamakan inovasi.

Jadi kalau mau berharap yang baik dari instansi pemerintah, aku mempunyai pandangan bahwa masyarakatnya dulu yang harus baik, baik dari segi pendidikan dan juga kesejahteraannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s