Hal yang dirindukan dari Kost Pelesiran Bandung

One comment

Jakarta bukanlah Bandung yang biasa aku kenal. Ibukota yang lebih 3 kali luasnya daripada bandung ini ternyata tidak lebih mudah ditinggali.

Karena sekarang lagi kangen suasana yang lama, jadi aku mau cerita sedikit tentang rumahku yang dulu.

Kostku dulu berada di kawasan yang sangat strategis. Berada di bagian utara bandung yang suasananya asri, banyak pepohonan dan berada dekat dengan pusat kota. Saking dekatnya dengan BIP, Gramed, dan kawan-kawannya itu bisa ditempuh dalam waktu 5 menit saja.

Lebih 4,5 tahun aku tinggal di Jalan Pelesiran, Tamansari Bandung. Aku hanya pindah 2 kali, dan itu pun pindahannya hanya jarak 3 rumah dari tempat yang lama, wkwk.

Kalau disebut jalan keliatannya besar ya. Tapi disana jalannya kecil hanya muat dilalui satu mobil dan itu pun kalau mobil masuk kesana, jalannya buntu dan susah banget putar baliknya, harus numpang di halaman orang.

Kalau mudik peer banget karena mobil ga bisa masuk dan harus geret-geret koper sampai ke jalan yang besar. Geret-geret sih sebenarnya ga masalah. Tapi yang jadi bikin panas jiwa raga karena jalannya mendaki.

Area pelesiran itu kalau menurutku mirip di lembah. Posisinya berada jauh lebih rendah dari jalan utama tamansari.

Tahun pertama tinggal, aku stress gegara sinyal internet telkomsel jelek banget dan  kosanku juga gak ada wifi. Kalo nelpon masih oke, tapi internetnya lemot. Di tahun 2013 dulu belum ada 4G kayak sekarang. Padahal itu kamarnya di lantai 1 dan paling depan. Pas aku main ke kamar yang lain yang agak lebih ke belakang bahkan gak ada sinyal sama sekali. Gak kebayang gimana bisa bertahan teman-teman yang ngekost di kamar itu. Bener-bener kayak lagi di goa! gak bisa dihubungi dan menghubungi orang.

Walau begitu, aku tetap betah tinggal disana.

Seiring berjalannya waktu, sinyal disana makin membaik dan sejak kehadiran 4G, masalah sulit internet sedikit berkurang. Sedikit ya, tapi tetap ada masalahnya. Karena ternyata kelancaran sinyal dan internet disana sangat bergantung pada posisi kamar.

Buat kamu yang dapat posisi kamar dibawah, jangan terlalu bersyukur dulu karena merasa gak capek mesti turun tangga. Buat yang dapat kamar dilantai atas, jangan terlalu kecewa dulu. Pastikan kamu telah mengecek ada sinyal hp dari di dalam kamarmu. Jangan hanya diluar tapi cobalah dari dalam kamar.

Karena seperti yang aku sebut tadi, kawasan pelesiran ini berada di dalam lembah dan kawasan yang padat penduduk. Bangunan kosan yang dibuat tinggi ada spot-spot yang miskin sinyal. Kalau kamu ingin hidup bebas tanpa gangguan internet dan telpon, kamar pojok di lantai satu, yang tidak banyak dilewati orang  adalah pilihan yang tepat. Karena itu adalah kamar ku dulu. Wkwkwk.

Soal makanan, walaupun tidak terlalu banyak variasinya seperti kawasan cisitu ataupun tubis, tapi itu ga masalah! Pun di daerah sana kalau beli makan juga mesti jalan kaki lumayan jauh. Nah disini dari buka pintu pagar, aku cukup jalan beberapa langkah dan ketemulah penjual makanan yang buka setiap hari.

Tengah malam masih laper? Ada warkop yang jual indomie dan bubur kacang hijau. Mau beli jajanan buat menemani belajar tengah malam? Ada toko yang jualan makanan ringan buka 24 jam (sepertinya begitu, soalnya aku lewat tengah malam masih tetap buka dan pagi hari jam 7 juga masih buka).

Dimana ada kosan, pasti disitu ada laundry. Gak banyak pilihan tempat laundry memang. Tapi tempat laundry yang sering jadi langgananku ini bisa dihubungi lewat WA saja dan mau antar-jemput pakaian. Request besok pakaian selesai pun bisa dan harganya tetap murah meriah.

Sabtu minggu pengen punya aktivitas shopping tapi ga mau yang jauh-jauh? Ada Baltos yang semua serba ada disana. Mulai dari pasar, berbagai kios yang menyediakan alat tulis, berbagai kios yang menjual jajanan ringan sampai oleh-oleh kayak di pasar baru, berbagai toko baju hijab sepatu yang mulai dari merk kurang terkenal hingga terkenal, mulai harga yang merakyat sampai harga yang buat meringis kantong mahasiswa.

Mendadak terpaksa pindah dari sana sempat buat aku shock di tempat kosan yang baru. Gak banyak tempat makan, gak banyak laundry, ongkos ojol pun lebih mahal karena di ibukota. Apa-apa mahal disini sampai 2x lipat di banding bandung.

Tiga bulan di Jakarta aku sampai pada sebuah kesimpulan bahwa:

Tinggal di Jakarta ini enak, asal kamu kaya

:”)

Kenyamanan tinggal di kosan yang lama benar-benar sebuah kemewahan. Masih berharap semoga suatu hari nanti bisa tinggal di kawasan yang senyaman kosan dulu.

Advertisements

1 comments on “Hal yang dirindukan dari Kost Pelesiran Bandung”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s