Membandingkan Cara Buang Sampah Rumah Tangga di Indonesia dengan Negara Lain

2 comments

Ketika kamu mau buang sampah dan lihat ada 2 jenis tong sampah, organik dan anorganik, sedangkan sampah kamu adalah plastik bungkus makanan, apa yang akan kamu pilih?

Kalau dilihat dari fisiknya, plastik cocok masuk ke tong sampah anorganik nih. Tapi kamu teringat lagi, waktu di kelas yang lalu dosen kamu pernah cerita kalau yang disebut organik itu adalah zat yang mengandung C H O N P. Lalu seketika kamu sadar bahwa bahan kandung plastik juga adalah organik.

PUSING GA TUUUU?!!! JADI PLASTIK MASUK TONG SAMPAH ORGANIK ATAU ANORGANIK BU HAJI??? #EMOSINIH #OTAKKORSLET

Ga cuma sampah plastik, banyak jenis sampah lainnya ketika disuruh memilah kitanya malah bingung. Contohnya nih yang kompleks, sampah nasi kotak.  Sisa makanannya ada, plastik ada, kertas ada. Pusing dah tu!! Tersedia 2 tong sampah berwarna kuning bertuliskan anorganik dan tong sampah hijau bertuliskan organik.

Hayooo, gimana cara kamu buangnya???

Aku yakin, sebagian besar dari kita akan berjalan dengan santai membawa sampah ke arah tong sampah dan HAPPP memasukkannya dengan TANPA RASA BERSALAH ke salah satu saja jenis tong sampah.

Mau tong sampah organik kek, anorganik kek, yah sama sajalah”, pikirmu ketika melihat kedua isi tong sampah tak ada bedanya.

Menyoal pendidikan lingkungan,

Aku jadi teringat zaman sekolah dulu. SMA ku dulu adalah salah satu sekolah terbaik di kota ku. Aku bangga dengan sekolahku yang mendapat gelar adiwiyata, sekolah berwawasan lingkungan jargonnya. Banyak tanaman dan pohon yang menyejukkan mata. Bahkan ada mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup untuk siswa kelas 11. Sarana untuk menunjukkan bahwa sekolah ini sekolah adiwiyata pun cukup terlihat, contohnya di sekolahku ada 3 jenis tong sampah, organik, anorganik, dan kertas.

Tapi, herannya aku tulisan jenis sampah di tong sampah tersebut hanya jadi hiasan, jarang sekali isi sampahnya benar. Kenapa bisa seperti itu?

Jawabannya simpel, karena kita gak pernah diajarin cara pilah sampah di sekolah.

Penyediaan/peningkatan sarana fisik itu perlu, tapi kalau gak dibarengi dengan peningkatan ilmu, tidak belajar tidak diajarkan, sama aja dengan kesia-siaan, pamer namanya. Anak-anak indonesia masih butuh ‘disuapi’ kalau belajar.

Ibaratnya gini, kamu beli suatu barang baru yang canggih tapi kamu gak punya ‘buku petunjuk’ pemakaiannya. Tentu kamu akan menggunakannya barang canggih itu dengan cara lama kamu biasa menggunakannya kan? Sama juga halnya dengan tong sampah. Sepele memang, tapi berdampak.

Berdasar pengalaman tersebut, aku mau mengajak kita sama-sama belajar cara membuang atau memilah sampah yang bijak itu seperti apa. Ini pertama kalinya juga untuk aku belajar memilah.

Belajarnya yang gampang darimana?

Tenang guys, sekarang udah banyak yang share hal seperti ini di youtube. Aku rangkum informasinya kedalam tulisan ini.

Untuk kali ini yang kita bahas mulai dari yang gampang dulu yang setiap hari pasti dilakukan, yaitu cara membuang sampah rumah tangga. Kita mulai belajar dari negara tetangga kita di Kawasan Asia.

1. Jepang

img_5870
Tong sampah di tempat umum Jepang (sumber: https://www.kaskus.co.id)

Buang sampah seribet gambar di atas? Eitss engga kok, itu kalau tong sampah di tempat umum. Tapi beda kalau buang sampah rumah tangga, ga seribet itu.

Kalau di Jepang, aturan membuang sampah rumah tangga setiap region atau provinsi berbeda-beda. Tapi tidak semua kota menggunakan plastik berwarna, ada juga yang menggunakan plastik transparan saja.

Di Kyoto, untuk membuang sampah rumah tangga menggunakan plastik khusus yang bisa dibeli di convenience store. Ada 2 jenis plastik:

  1. Plastik transparan untuk sampah yang didaur ulang
    Plastik transparan digunakan untuk 2 fungsi. Fungsi pertama untuk sampah PET botol dan kaleng. Ketika membuang botol plastik, tutup botol dan label dilepas dari botolnya. Fungsi kedua untuk sampah kemasan plastik yang ada label tulisan ‘pura’ (artinya plastik), tutup dan label botol.
  2. Plastik kuning untuk sampah yang dapat dibakar
    Contohnya sampah sisa makanan, sampah dapur, pasir dari nyapu lantai, kertas, kemasan plastik yang ga ada label ‘pura’, dan sampah yang mudah terbakar.

Jadi kesimpulannya, kalo mau meniru cara jepang, ada 4 kantong sampah yang disediakan untuk milah sampah di rumah:

  1. Plastik untuk sampah PET botol (petto botoru)
  2. Plastik untuk sampah kaleng minuman dan makanan (kan)
  3. Plastik untuk sampah kemasan plastik, tutup botol, label botol (pura)
  4. Plastik untuk sampah sisa makanan, tissue, kertas pembungkus, pasir, abu rokok, bisa juga rambut (mueru gomi)

Di jepang ada jadwal pembuangan sampah. Contohnya seperti ini:

Senin: botol kaleng.
Selasa: sampah rumah tangga/sampah basah/yang mudah terbakar.
Rabu: sampah botol plastik, sekali dua minggu.
Kamis: sampah plastik berlabel pura.
Jumat: sampah rumah tangga/sampah basah/yang mudah terbakar.

Kalau di Indonesia bisa letakin sampahnya di depan pagar rumah, beda lagi dengan di jepang. Sampah yang telah dipilah dari rumah dikumpulkan ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dekat apato/perumahan. Truk sampah akan mengambil sampah dari TPS.

Informasi ini bersumber dari link video berikut.

 

2. Korea

image-header-recycling-in-korea-
Tong sampah di tempat umum korea dibedakan jenisnya (sumber: undas.co)

Sama seperti jepang, sampah rumah tangga di korea juga harus dipilah sebelum dibuang. Sampah dikumpulkan ke TPS yang berada di dekat apartemen. Sampah dibedakan menjadi 3 jenis:

1. Sampah umum (ilbansiregi)
Semua sampah yang tidak bisa didaur ulang. Contoh sampah: Tulang, tissue toilet, pembalut, pempers, sampah dapur yang gak bisa didaur ulang tulang, cangkang telur kulit bawang. Pengumpulannya menggunakan plastik khusus sampah umum  yang bisa dibeli di supermarket.Setiap kecamatan, plastik sampahnya berbeda warna. Buang sampah di wilayah berbeda kecamatan tidak diperbolehkan.

Kenapa dibedakan warna plastik sampahnya?

untuk pendataan  timbulan sampah tiap kecamatan. Dan menurut aku ini suatu cara yang jenius, data timbulan sampah jadi lengkap dan akurat.

2. Sampah makanan (eomsikmulsiregi)
Sampah yang bisa jadi kompos atau biogas. Agak tricky juga emang karena tidak semua sampah makanan masuk kategori ini.  contoh yang bukan yaitu tulang, sampah kulit bawang atau cangkang telur bukan masuk kategori ini. Di beberapa apartemen besar buang sampah makanan bayar dan untuk buka tong sampahnya pakai sensor, jadi orang diluar apartemen ga bisa buang disana.

3. Sampah daur ulang
Sampah yang dapat didaur ulang dibagi lagi beberapa kategori.
– Vinyl bag ryuu,
– Plastik,
– Botol kaca (yuri),
– Botol plastik (pet botol),
– Kaleng,
– Paper (kertas/kardus)

Menariknya produk-produk di korea adalah di kemasan produknya ada penanda jenis sampah sehingga memudahkan pemilahan. Di satu produk bisa terdapat beberapa jenis plastik sehingga membuangnya pun harus dipilah dan berbeda tong sampah.

Pengelolaan sampah di Korea harus ditiru nih sama Indonesia. Disana lingkup instansi pemerintah yang kecil seperti kecamatan memiliki peran penting untuk mengatur sampah di wilayahnya dan melakukan pendataan sampah.

Sama seperti Jepang, buang barang bekas berukuran besar berbayar, contohnya perabotan dan elektronik, dan harus datang ke kantor kecamatan di korea untuk melapor. Harga tiap barang yang dibuang berbeda-beda.

Informasi ini bersumber dari link video berikut.

 

3. Taiwan

taiwan_truck
Mobil sampah di Taiwan (sumber: http://serianijessica.blogspot.com)

Sampah rumah tangga dimasukkan ke dalam 3 kantong berbeda.

  1. Sampah organik
    Contoh: sisa makanan, dapur
  2. Sampah yang dapat dibakar
    Contoh: sisa kertas, tisu, semua plastik kemasan makanan
  3. Sampah yang didaur ulang
    Contohnya: botol, kaleng bekas, kardus, botol beling

Masyarakat Taiwan juga telah melakukan pemilahan sampah. Sedikit berbeda dengan Jepang dan Korea yang masyarakatnya membuang sampah ke TPS, masyarakat Taiwan harus menunggu mobil sampah yang lewat di depan rumahnya untuk membuang sampah. Ada 2 jenis mobil sampah, pertama khusus untuk sampah organik dan yang dapat dibakar, sedangkan mobil kedua untuk sampah yang bisa didaur ulang.

Mobil sampah datang 3 kali seminggu dan ada lagu khusus untuk penanda kehadiran mobil sampah. Tiap kelurahan, jadwal kedatangan mobil sampah  berbeda.

Informasi ini bersumber dari link video berikut.


4. Indonesia

Memang di banyak tempat umum di Indonesia, sudah menyediakan tong sampah yang terpisah antara organik dan anorganik. Namun masalahnya adalah sampah di Indonesia paling banyak dari rumah tangga dan kondisinya masih tercampur.

Tapi, tahukah kamu sebenarnya kita sudah mempunyai peraturan tentang pengelolaan sampah?

Untuk sektor sampah, kita udah keren, sudah punya undang-undang hingga peraturan teknis. Kita sudah punya aturannya secara detail pengelolaan sampah di Indonesia, mulai dari hulu sumber sampah hingga hilir penanganan sampah di TPA.

Dari segi peraturan, kita gak kalah keren dari negara lain. Peraturan teknis mengenai sarana dan prasarana pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga telah dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam Peraturan Menteri PUPR No.3 Tahun 2013 (Unduh disini).

Memang tidak sebanyak di jepang, tapi tau gak sih kamu sebenarnya kita harus milah paling sedikit ke dalam 5 jenis sampah dan menyediakan wadah yang berbeda.

  1. Sampah B3
    Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Contoh: lampu bekas, baterai, keset, disket, botol racun serangga
    sampah b3
  2. Sampah Organik
    Sampah yang mudah terurai. Contoh: sisa makanan, tulang, duri, daun kering, dagingorganik
  3. Sampah guna ulang
    Sampah yang dapat digunakan kembali. Contoh: botol kaca atau plastik, kaleng makanan dan minuman
    guna ulang
  4. Sampah daur ulang
    Sampah yang dapat di daur ulang. Contoh: kardus, karton makanan dan minuman, koran bekas, buku bekas
    daur ulang
  5. Residu
    Sampah lainnya. Contoh: pembalut wanita, popok bayi, puntung rokok, permen karet
    residu

*Aku masih gak ngerti kenapa ada kategori residu, karena  ada pilihan ini orang yang gak tau arti sampah redisu jadi malas milah sehingga berujung apapun sampahnya langsung masukin aja kesini biar gak pusing.

Simpelnya pengelolaan sampah kita seperti ini: Sampah diambil oleh tukang sampah lalu dibawa ke TPS/ TPS 3R. Sampah yang terkumpul di TPS atau residu dari TPS 3R kemudian diangkut dengan truk sampah milik pemerintah daerah (pemda) untuk dibawa ke TPA Sampah.

Sejujurnya dalam urusan sampah kita lebih sangat manja daripada orang jepang. Kalau orang jepang mesti buang sampahnya sendiri ke TPS dan ga bisa setiap hari, sedangkan kalau di Indonesia kita biasanya punya tukang sampah yang ambil sampah dari rumah-rumah setiap hari. Kurang manja apalagi coba?

Kalau menyediakan 5 wadah atau plastik untuk mengumpulkan sampah terlalu berat, kita dapat memulainya dengan memilah menjadi 2 jenis seperti yang dijelaskan dalam video dari DLH Kota Tangerang Selatan ini.

Di video atas prinsipnya hanya menyediakan 2 wadah untuk:
1. Sampah organik
2. Sampah anorganik untuk semua jenis sampah daur ulang dan guna ulang

Tapi sebenarnya ada informasi yang kurang yaitu untuk tidak mencampurkan sampah B3 dan residu ke dalam wadah sampah organik dan anorganik. Sampah B3 dan residu tetap memerlukan wadah yang terpisah.

Selain itu juga sampah rumah tangga yang sering dihasilkan seperti tissue, kertas bekas nasi bungkus, plastik pembungkus makanan yang kotor rasanya kurang pas kalau dicampurkan wadahnya dengan botol plastik dan kaleng. Yang harusnya pemulung bisa dengan mudah langsung mengangkut botol plastik dan kaleng jadi malah membongkar kembali sampah.


PENGALAMAN BELAJAR MEMILAH SAMPAH

Untuk di rumah, sebenarnya aku kurang setuju kalau jenis sampah cuma dibagi dua karena tidak mengamodir kebutuhan. Berdasarkan pengalaman, aku lebih setuju kalau dipisahkan menjadi 4 jenis  sampah seperti di jepang.

Akhir-akhir ini aku mencoba melakukan pemilahan. Berdasarkan pengamatan ku terhadap jumlah dan komposisi sampah yang sering aku hasilkan dari aktivitas sebagai anak kos, aku simpulkan setidaknya perlu memisahkan sampah menjadi 4 jenis.

  1. Plastik/wadah untuk sampah botol PET, tetrapak, dan kaleng minuman
  2. Plastik/wadah untuk sampah plastik seperti kemasan pembungkus makanan, plastik kemasan sabun, dan produk lainnya
  3. Plastik/wadah untuk sampah umum, contohnya sampah sisa makanan, kertas nasi bungkus, tissue bekas, pasir bekas menyapu lantai, rambut.
  4. Plastik/wadah untuk sampah kertas, contohnya kertas struk belanja, potongan kertas coret-coret belajar, kemasan/kardus makanan

Awal-awal emang agak bingung milahnya, tapi lama-lama jadi biasa. Dari 4 jenis wadah sampah itu, selain jenis sampah umum yang tiap 2 hari sekali dibuang, 3 wadah lainnya selama 2 minggu ini belum penuh tapi gak bau karena sudah dipilah dari sampah makanan.


Alhamdulillah setelah berminggu-minggu jadi draft, tulisan ini akhirnya rampung juga. Topik selanjutnya kita akan bahas jenis-jenis sampah lain yang lebih menarik yaitu cara buang sampah e-waste atau di indonesia dikategorikan dalam sampah B3, cara buang sampah besar seperti perabotan dan elektronik, dan juga buang baju bekas.

Nah, sebenarnya gimana sih cara masyarakat di negara lain menangani sampah-sampahnhya itu? Menarik gak?

Stay tune ya dan jangan lupa subscribe blog ini! Terimakasih!

 

Advertisements

2 comments on “Membandingkan Cara Buang Sampah Rumah Tangga di Indonesia dengan Negara Lain”

  1. luar biasa kk…
    oh ia,,, aku minta artikelnya yaa kakk,, kirim k gmail. q,,
    di desaku masyarakat lagi dalam kebingungan untuk membuang sampah…
    mungkin setelah dapat artikel dari kk bisa dijadikan refrensi.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s