Pengalaman Naik Berat Badan 7 kg dalam 3 bulan

No comments

Waktu kecil, Aku dan abang selalu bagai angka 10. Aku si angka satunya karena selalu kurus dan Abang si angka nolnya karena selalu gemuk. Mungkin masa-masa dimana aku masih disebut berukuran tubuh ideal hanya dari bayi sampai balita. Kenangan yang diingat setelahnya aku selalu dicap bertubuh kurus.

Awal Masuk SMP, hanya sekitar 30 kg.
Awal Masuk SMA, sekitar 35 kg.
Awal Masuk Kuliah, sekitar 40 kg. Lumayan, rata-rata tiap tahun naik sekilo.
Lulus kuliah mencapai 45 kg. Dikit lagi capai ideal.

Kurus sejak kecil, mungkin memang sudah bawaan, kukira seperti itu. Berat badan susah sekali naik, dan alhamdulillah juga susah sekali turun. Ini artinya ada peningkatan bukan walaupun sedikit?

Sebenarnya kurus bukan masalah. Toh selama ini alhamdulillah sehat dan jarang sekali sakit yang serius. Hanya saja orang tua yang selalu khawatir. Hanya saja… tidak pernah bisa melakukan donor darah, suatu kegiatan sosial di kampus yang kala itu terlihat keren. Hehehe.

Sampai suatu masa di 2018, anggapan ‘kurus karena bawaan dari kecil’ itu terpatahkan. Tanpa direncanakan, dalam 3 bulan berat badan (BB) naik 7 kg! KAGET!! Bahkan minimal BB ideal yang pernah dicita-citakan pun terlewati.

Sesungguhnya semua ini dipicu karena….

Ikut pelatihan kerja. Padahal dilihat dari kegiatan juga tidak banyak berbeda dari sebelumnya, sama-sama belajar. Waktu tidur juga gak nambah, malah berkurang. Nah, tapi pola makan sih yang emang berbeda.

Sejak kejadian itu aku mengaminkan pernyataan yang pernah disampaikan abangku yang emang bongsor dari kecil:

“Kalau mau menaikkan berat badan, rumusnya sederhana, konsumsilah kalori lebih dari yang dibutuhkan“.

Makan, makan, dan makan. Intinya kamu lebih sering makan.

Kebutuhan kalori tiap orang berbeda-beda tergantung faktor gender, usia, ukuran tubuh, dan aktivitas. Cek disini ya untuk mengetahui kalori yang dibutuhkan tubuhmu.

Dari hasil perhitungan, rata-rata kebutuhan kaloriku setiap harinya hanya 1500-1600 kcal. Biasanya aku cuma makan berat 2 kali sehari siang dan malam, sarapan paginya minum susu dan sepotong roti.

Selama pelatihan pola makanan berubah drastis. Gak sangka ternyata aku bisa menghabiskan porsi makan lebih dari yang biasa aku masukkan ke lambung. Hari-hari pertama kenyang, kemudian lama-lama biasa, hari selanjutnya malah perut yang keroncongan kalau ga diisi tepat waktu. Ternyata lambung bisa elastis, guys.

 Jadi, Pola makan seperti apa yang dijalani selama 3 bulan?

Rata-rata makan 5 kali sehari. Makan berat 3 kali, makanan ringan 2 kali.

Pukul 6.00: Segelas kecil susu+ satu potong roti (optional/tidak selalu)
Pukul 7.45: Sarapan nasi+sayur/sop+daging/ayam/ikan 
Pukul 10.00: Jajanan 2 potong kue/roti
Pukul 12.00: Makan nasi+sayur+daging/ayam/ikan
Pukul 15.00: Jajanan 2 potong kue/roti
Pukul 19.00: Makan nasi+sayur+daging/ayam/ikan

Biasanya aku selalu mengambil porsi makan sesuai yang bisa aku habiskan. Cuman karena di pelatihan sudah dijatah sama semua, berapa potong lauknya, berapa potong kuenya, aku jadi ga tega kalau jatahku ga diambil apalagi kalau lauknya yang favoritku.  Trik aku biar makanannya muat semua, nasinya aku kasih kuah banyak-banyak biar gampang ditelen. Atau sebenarnya ini adalah pertanda watak pelit? Eh bukan, watak ga mau rugi maksudnya. Wkwkwk.

Satu-satunya juga motivasi terbesarku untuk menghabiskan itu semua karena ‘sayang makanannya terbuang‘. Ga tega sama jatah kue yang kalo ga diambil akan terbuang sia-sia. Wkwkwk.

Sisa makanan (apalagi yang sisa dipiring) bakal jadi sampah, sedangkan sampah adalah urusan yang selalu dikoar-koarkan oleh kami, lulusan teknik lingkungan. Sejujurnya berat untuk menerapkan ke diri sendiri sepenuhnya gaya hidup ramah lingkungan, tapi setidaknya pola pikir ramah lingkungan yang dipelajari selama 4 tahun membekas, minimal ‘kebiasaan buat berpikir dahulu’ sebelum nyampah.

Back to topic.

Aku sebenarnya kurus bukan karena ga suka makan, tapi karena malas masak atau malas beli makan. Malas beli makan karena malas gerak. Kalau ada dimakan, kalau gak ada yaudah. Intinya semua ini gara-gara gara-gara diri sendiri juga.

Aku pernah dikasih orangtua vitamin penambah nafsu makanan, rasanya ga ngaruh sama-sama aja. Kata orang kalau makan sebelum tidur bikin naikin berat badan, sama juga ini ga ngefek apa-apa ke aku.

Dari pengalaman ini, yang mau aku sampaikan tentang kunci keberhasilan menaikkan berat badan untuk orang-orang yang mungkin sama denganku susah naik dan susah turun BBnya adalah:

Makan lebih sering, teratur, rutin.

Hanya itu. sama seperti yang dikatakan artikel kesehatan lainnya kan?

Mungkin ini terdengar simpel, tapi itu benar-benar bekerja. Tanpa memperhatikan jenis makanan tinggi kalori atau apapun lah itu yang disebutkan di artikel.

Saran buat dulu program makan seminggu, lalu 2 minggu, kemudian sebulan. Kuncinya: Teratur makan di waktu yang sudah direncanakan dalam periode itu, jangan ada sekalipun hari terlewat.

Ini balik lagi ke diri sendiri yah! Segala sesuatunya butuh usaha, dan bagi beberapa orang seperti aku dan kamu yang udah bosan kurus, naikin/turunin BB juga perlu diusahakan dengan komitmen.

Selamat mencoba target makan 5x kali sehari! Hahaha.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s