5 Startup di Bidang Pengelolaan Sampah

No comments

Dari ketidaksengajaan menonton seseorang di youtube kemudian memunculkan rasa penasaran sehingga menelusuri rekam jejaknya dan bisnis startup yang digelutinya, lalu berakhir dengan menemukan fakta bahwa startup yang dimilikinya masuk salah satu peserta kompetisi Go Startup Indonesia (GSI).

Anyway, GSI adalah sebuah wadah yang dibuat oleh badan ekonomi kreatif Indonesia dengan tujuan untuk mempertemukan para pemilik startup dan investor.

Startup adalah istilah lain dari perusahaan baru yang sedang dikembangkan/dirintis dan menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan core-businessnya. Ngomongin startup jujur ga terlalu banyak tau tapi juga ga awam-awam banget. Ya siapa yang hari ini ga tau perusahaan selevel gojek, traveloka, tokopedia, bukalapak yang dulunya startup tapi kini sudah menjadi unicorn di Indonesia. Unicorn gengs! udah jadi perusahaan kaya raya!

Oke balik ke kompetisi GSI itu tadi. Di kompetisi GSI 2018 ini yang keluar sebagai pemenang salah satunya adalah startup/social enterprise yang bergerak dibidang isu sampah makanan.

Sampah makanan. Sampah, salah satu bidangnya lulusan teknik lingkungan.

Aku pun mencoba mencari info lebih lanjut mengenai startup lainnya yang bergerak di bidang pengelolaan sampah. Dari hasil penelusuran, ternyata sudah ada banyak startup  serupa yang hadir di beberapa kota di Indonesia, diantaranya yang masih aktif sampai saat ini:

1. Garda Pangan

5c-fix-1

Garda Pangan adalah salah satu startup pemenang kompetensi GSI 2018 yang aku mention di paragraph sebelumnya. Dikutip dari halaman resminya, Garda pangan berdiri di Surabaya sejak Juni 2017 dan bergerak di bidang sosial, lingkungan, dan penyelamatan makanan berlebih. Garda Pangan merupakan sebuah food bank yang bertujuan menjadi pusat koordinasi makanan surplus dan berpotensi terbuang, untuk disalurkan kepada masyarakat pra-sejahtera.

Per Desember 2018, Garda Pangan telah menyalurkan 52.685 porsi makanan yang setara dengan 8 ton potensi makanan terbuang dan menyalurkannya kepada 43.590 penerima manfaat.

Berdampak ke masyarakat pra-sejahtera sudah barang tentu pasti, tapi disisi lain ini juga mengurangi beban sampah kota yang dikelola pemerintah. FYI, rata-rata 60-80% komposisi sampah kota-kota di Indonesia itu berasal dari sampah organik. Sampah organik mayoritas berasal sampah makanan, sampah sayur (pasar), dan sampah dapur.

Mau kenal lebih jauh dan berpartisipasi mendonasikan makanan dan menjadi relawan kegiatan garda pangan? Atau kamu adalah pemilik bisnis makanan dan ingin menyalurkan makanan berlebih? Langsung aja simak lebih lengkapnya di situs resmi mereka ini.

https://gardapangan.org

2. Mall Sampah

logo-green_mallsampah

Tidak hanya di wilayah Indonesia barat, di wilayah Indonesia timur pun telah hadir startup di bidang pengelolaan sampah. Mallsampah adalah platform jual beli sampah online yang didirikan pada September 2015 di Makassar dan pada tahun 2017 Mallsampah menjadi perusahaan perseroan terbatas di sektor pengelolaan sampah dan daur ulang yang bergerak di bidang industri digital.

Dikutip dari halaman resminya, MallSampah menghubungkan masyarakat dengan pengepul dan pemulung terdekat secara online sehingga lebih mudah dalam menjual dan mengelola sampah. MallSampah juga menawarkan layanan zero waste office/home atau jasa daur ulang sampah untuk rumah dan kantor. Selain itu, sesuai dengan namanya ‘mall’, MallSampah juga merupakan mall online untuk menjual produk daur ulang dan ramah lingkungan dimana platform ini menghubungkan pembeli dengan produsen-produsen produk ramah lingkungan berkualitas dari seluruh Indonesia. Pada tahun 2017, Mallsampah mendapat penghargaan Social Enterprise Startup of the Year di ajang ASEAN Rice Bowl Startup Award di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sudah ada 54 pengepul dan 22 pemulung yang menjadi mitra Mallsampah. Gerakan hijau yang dilakukan mall sampah antara lain jumat bebas sampah, zero waste event, pantai bebas sampah, program bersih kota, ekspedisi bersih gunung, dan penggalangan dana kampus. Untuk mengetahui secara lengkap mengenai MallSampah langsung saja meluncur ke situs mereka ini.

https://www.mallsampah.com/

3. Angkuts

angkuts

Angkuts adalah layanan jasa pengangkutan sampah yang berasal dari Pontianak. Ada 3 layanan yang ditawarkan angkuts yaitu angkuts perumahan (mengangkut sampah dari rumah ke TPS terdekat), angkuts bisnis (mengangkut sampah dari restoran, kantor, kos-kosan, hotel, dan non perumahan lainnya) dan angkuts medis (jasa pendampingan kepada mitra rumah sakit).

Untuk info lebih lanjut mengenai angkuts dapat langsung memantau situs resminya disini.

https://web.angkuts.id/

dan jika ingin daftar menggunakan layanan angkuts, dapat melalui aplikasi angkuts yang sudah tersedia di playstore.

4. Sampah Muda

maxresdefault.jpg

Sampah Muda adalah sebuah platform yang berasal dari Semarang yang menghubungkan pemilik sampah dengan mitra daur ulang. Sampah Muda menawarkan jasa penjemputan sampah langsung ke rumah secara gratis atau bisa juga sampah diantar ke drop point terdekat. Jenis sampah yang mereka terima adalah sampah kertas, plastik, metal, kaca, elektronik, minyak jelantah. Menariknya disini adalah tiap sampah yang kamu jual ke mereka, kamu tidak mendapat uang cash melainkan reward berupa trashpoint yang bisa ditukarkan dengan gopay, pulsa, dan pulsa listrik.

Untuk mengetahui lokasi drop point mereka ada dimana saja dan apa saja reward yang mereka tawarkan atau kamu bank sampah, pengepul/lapak dan ingin bermitra dengan mereka, langsung saja cek dan bergabung melalui situs mereka ya!

https://sampahmuda.com/

5. Gringgo 

logo-1

Gringgo adalah startup yang pertama kali didirikan tahun 2014 di Denpasar, Bali. Gringgo menawarkan layanan pengambilan sampah yang dapat dengan mudah kamu akses melalui aplikasi Gringgo yang telah tersedia di Playstore. Pada aplikasi Gringgo juga terdapat peta informasi lokasi tps terdekat dan jenis barang yang bisa didaur ulang beserta detail harga jual dan contoh sampah. Sampah yang telah dikumpulkan lalu mereka kirim ke pabrik daur ulang.

Untuk info selengkapnya bisa didapat dari situs resmi mereka di bawah ini.

https://www.gringgo.co

***

Tidak hanya ke-lima startup di atas, tapi sebenarnya juga sudah banyak lagi start-up lainnya yang juga bergerak di bidang pengelolaan sampah yang bergerak di daerahnya masing-masing, di antaranya Mulung, Moretrash, Litterasi.com, SMASH, dan lainnya yang belum diketahui. Beberapa berhasil dan masih bertahan, namun tidak sedikit juga yang akhirnya tak terdengar lagi kabarnya. Yang namanya perusahaan rintisan, diawal  harus berani ‘bakar uang’ dulu dalam jumlah yang sangat-sangat tidak sedikit.

FYI, Selain startup terdapat juga perusahaan/sosial enterprise dan non-profit organization (NGO) yang juga sudah berdiri sejak lama dan bergerak di bidang pengelolaan sampah, di antaranya yang saya tau yaitu Greeneration Foundation yang merupakan NGO yang memiliki misi untuk menggerakkan manusia berprilaku ramah lingkungan dan waste4change yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan sampah (waste management services).

Dari sepanjang artikel yang ditulis ini, dapat kita pahami bahwa ada kesamaan tujuan dari setiap startup yaitu ‘menghubungkan’. Startup menawarkan teknologi digital yang biasa kita sebut ‘online’ sebagai jembatan untuk menghubungkan antara pengguna (user) dan penyedia jasa (produsen). Ibaratnya kalo di infrastruktur, mereka pendiri startup membangun ‘jalan tol’ agar kita masyarakat yang memiliki suatu kebutuhan atau tujuan tertentu dan produsen yang memiliki dan ingin menjual produk atau jasa tertentu dapat bertemu dan bertransaksi lewat ‘jalan tol’ yang mereka buat.

So, kamu udah pernah nyobain layanan dari startup di atas belum? Atau kamu tau startup lainnya yang serupa di kotamu? Share di kolom komentar bawah ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s