D-12: Rekomendasi 5 Vitamin dan Herbal untuk Jaga Kesehatan

One comment

Beberapa hari yang lalu, saya liat sebuah postingan di instagram yang kurang lebih isinya begini:

Kerja jangan diforsir,
Kalau mati keluarga yang sedih
Kantor tinggal cari karyawan baru

Seketika saya termenung beberapa detik, kemudian tertawa. Mantap betul ni kata-kata. Pas pula lagi on fire nyelesain kerjaan yg gak kunjung selesai karena buat nyelesainnya butuh kerjasama dengan orang lain. You know what i mean. Eh, jadi curhat.

Saya beruntung punya ibu dan ayah yang cukup bawel selalu ngingatin soal jaga kesehatan. Kedua orangtua saya sama khawatirnya kalau si anak udah ngelapor sakit walaupun itu cuma sakit pilek dan batuk.

Ibu dan ayah bukan orang kesehatan, tapi rajin cari info produk-produk kesehatan yang alami. Kalau buat kesehatan dan pendidikan dari dulu orangtua ga segan buat ngerogoh kocek agak dalam. Berbagai produk berlabel kesehatan udah silih berganti dicoba, mulai dari air oxygen, kangen water, daun sembung, pil-pil herbal, banyak deh.

Mungkin gak semua sesuai dengan apa yang disebutkan di iklan, harus pandai-pandai milih. Misalnya nih yang dulu sempat ramai air oxygen yang katanya air mengandung oksigen lebih banyak.

FYI, Oksigen yang terlalut di dalam air ini dalam dunia akademik disebut dissolved oxygen (DO). Dari yang disampaikan dosen bahwa nilai DO atau oksigen yang terdapat dalam air memiliki batas maksimum karena dipengaruhi oleh suhu dan tekanan udara. Semakin tinggi suhu maka nilai DO makin rendah. Untuk suhu ruangan (25 C), nilai DO sekitar 8 mg/l. Jadi, mau sebanyak apapun oksigen yang diberikan ke dalam air, maka hanya sekitar 8 mg/l oksigen yang benar-benar terikat dalam air.

Kalau kondisi airnya dalam botol tertutup, mungkin saja oksigennya benar tinggi. Tapi ketika tutup botol dibuka, oksigen tersebut akan mudah keluar dan hilang hingga yang tersisa hanya 8 mg/l. Yang saya pelajari seperti itu.

Back to topic.

Orangtua juga selalu ingatin dan sediakan vitamin dan herbal buat jaga kesehatan dan sakit-sakit ringan dibanding makan obat kimia. Ya banyak perdebatan memang antara obat herbal atau obat kimia yang lebih baik. Tapi obat kimia juga ambil bahannya dari alam dan terukur khasiatnya.

Entahlah, semua kembali lagi ke kepercayaan masing-masing saja.

Cuman ada satu yang saya yakini, bahwa tubuh manusia mempunyai kemampuan untuk mengobati dirinya sendiri, ada yang namanya sistem imun tubuh manusia yang bertugas melawan bakteri yang virus yang masuk ke tubuh. Walau pun memakan waktu lama, nanti sakitnya bisa sembuh sendiri. Tapi ada catatannya juga, tidak semua penyakit bisa disamakan dan dibiarkan dengan ‘nanti sembuh sendiri’, ada lagi yang namanya daya dukung tubuh. Kalau terlalu berat penyakitnya, tetap butuh bantuan dokter dan obat-obatan yang diresepkan dokter.

Kalau dipikir-pikir, manusia dan alam itu sama. Alam, lingkungan kita juga seperti itu, punya kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri dari bahan-bahan pencemar atau istilah self purification.

Kita, manusia, dianggap alam mungkin sebagai bakteri yang merusak dirinya (lingkungan) dengan berbagai aktivitas kita, apalagi kalau melakukan tindakan-tindakan tak beretika seperti buang sampah di sungai, punya septic tank tapi tinjanya bocor kemana-mana, bangun rumah tapi gak bangun drainase;semua lahannya disemen sehingga lahan untuk serapan air gak ada.

Kalau terlalu berat kerusakannya, alam gak bisa perbaiki dirinya sendiri, tetap butuhan bantuan kita untuk menghilangkan pencemar-pencemar itu, dimana disini jurusan teknik lingkungan yang mempelajari ini semua untuk meminimalisir kerusakan alam. Perlu digarisbawahi meminimalisir bukan memperbaiki. Kembali ke semula itu takes too much time.

Kalau manusia terluka, ada juga butuh waktu kan buat sembuh. Tapi alam gak sehebat manusia. Alam lingkungan kita butuh waktu sembuhnya bertahun-tahun hingga ratusan tahun tergantung beratnya pencemaran.

Kembali ke masalah vitamin.

1. Madu asli

 

IMG_20181216_211150.jpg
Madu sulthon

Madu sejak dahulu dipercaya memiliki berbagai khasiat, mulai dari dikonsumsi untuk menjaga kesehatan sampai digunakan untuk perawatan wajah. Untuk lebih lengkapnya manfaat madu, langsung baca di situs terpercaya disini ya. Madu yang keluarga saya konsumsi biasanya madu asli dari hutan riau. Kalau terlalu manis, biasanya saya campur dengan air.

2. Minyak zaitun

IMG_20181216_212656.jpg
Minyak zaitun al-amir

Minyak zaitun memiliki beragam manfaat diantaranya memelihara kesehatan jantung, menekan risiko Alzheimer, memerangi pankreatitis akut, menjaga kesehatan hati, memperbaiki rambut bercabang, mengurangi ketombe, menguatkan dan mengembalikan kilau alami rambut, menurunkan risiko depresi, menurunkan risiko kanker payudara, dan buanyaak lainnya Kalau mau tau manfaat minyak zaitun secara rinci dan terpercaya bisa baca disini ya.

IMG_20181216_211121
Kumpulan bekas kaleng minyak zaitun

Tidak hanya untuk obat oles, minyak zaitun merk ini aman untuk dikonsumsi langsung. Biasanya orang tua saya langsung mengkonsumsi minyak zaitun tanpa campuran lain, tapi minyak zaitunnya yang beneran asli, berlabel ‘extra virgin oil’. . Oiya, kalau dirumah minyak zaitun ini juga ampuh untuk oles luka agar cepat kering.

3. Madu batuk

madu-batuk-eliman

Harganya sekitar 35rb. Banyak dijual di toko-toko islami. Pernah juga liat ini jual dijual di depan masjid dekat kost dulu. Rasanya enak, mint segar gitu, bikin nagih. Dulu waktu saya cerita ke teman, mereka heran ga percaya, soalnya pada salah dengar dikira ‘madu batu’. Wkwkwk. Padahal yang saya maksud itu ‘madu batuk’. Eleh-eleh ada-ada aja.

Kalau mau tau lebih lengkapnya, langsung kunjungi aja situs resminya disini.

4. Minyak ikan

IMG_20181216_211405.jpg
Pharmanex marine omega

Minyak ikan mengandung asam lemak omega-3 yang dipercaya bagus untuk otak dan kecerdasan serta menjaga kesehatan tubuh. Berdasarkan penelitian berapa manfaat dari minyak ikan ialah meningkatkan kemampuan kognitif, membantu penderita multiple Sclerosis, mencegah penurunan massa otot pada pasien kanker, meningkatkan dan menjaga kesehatan tulang, mampu meningkatkan efek dari olahraga. Untuk lebih detailnya bisa baca disini.

Minyak ikan yang biasa saya konsumsi adalah pharmanex marine omega. Salah satu keunggulan minyak ikan merk ini ialah tidak berbau amis dan aman dikonsumsi ibu hamil. Duh males banget kan dimakan kalau bau, dulu pernah saya beli merk lain tapi ga sampai habis.

Belinya dimana? belinya sama tetangga, di mall seperti guardian/century/watson ga ada yang jual. Tapi saya lihat udah banyak yang jual online.

5. Sari Kurmasari-kurma-sahara-isi-330gr-paket-2-botol-1838-198854001-57e54ca42061afe6952a39011c49dd9b-catalog_233

Rekomendasi herbal selanjutnya adalah sari kurma. Saya tau produk ini karena adik saya yang bersekolah asrama (boarding school) diwajibkan untuk konsumsi sari kurma atau vitamin oleh sekolahnya mengingat banyaknya aktivitas siswa dari pagi sampai malam.

Manfaat sari kurma di antaranya baik bagi ibu hamil, melahirkan dan menyusui, menjaga mata tetap sehat, dapat menyembuhkan sakit demam berdarah, meningkatkan stamina, dan dapat dijadikan sebagai anti oksidan. Untuk lebih detailnya, manfaat sari kurma bisa baca disini.

***

Menjaga kesehatan memang investasi jangka lama, gak langsung kerasa khasiatnya. Tapi dari pada bayar mahal buat berobat plus merasakan ga enaknya sakit, mending invest diawal buat jaga kesehatan.

Readers, vitamin kita ada yang samaan ga? boleh share-share juga ya pengalamannya di kolom komentar. Atau ada punya rekomendasi lain? Boleeh banget!

 

 

Advertisements

1 comments on “D-12: Rekomendasi 5 Vitamin dan Herbal untuk Jaga Kesehatan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s