D-9: Surat Untuk Ika

No comments

Halo, aku Ika,
Dirimu dari masa depan

Apa kabar hari ini?
Menyenangkan atau melelahkan,
Terimakasih telah bersabar sampai hari ini
Terimakasih telah membuat aku ada di masa depan

Wahai diriku,
Aku ingin menyampaikan kabar gembira padamu
Karena kau telah berhasil melawan musuh terberatmu,
dirimu sendiri

Untuk sunyi dan keterasingan yang kau pertahankan demi imanmu
Untuk waktu bersama keluarga yang selalu kau usahakan
Untuk jalan mudah yang kau tukar dengan jalan terjal mendaki
Untuk setiap keringat yang kau cucurkan tanpa keluh
Untuk setiap kehangatan yang kau bagi dengan yang lainnya

Perjuangmu tak sia-sia
Harapanmu akan segera datang padamu
Bersabarlah, bertahanlah

Tak usah kau risaukan masa depan
Aku disini akan berjuang sebagaimana engkau berjuang hari ini

Semoga jalan yang aku dan kau tempuh hari ini,
diridhoi Allah yang Maha Kuasa

Terimakasih telah memilih aku menjadi masa depanmu

 

 

***

Saat duduk sendiri sambil merenung, memutar memori lama, sering kali kita terbersit penyesalan di masa lalu?

“Coba kalau saya memilih A, hidup saya mungkin lebih mudah!”

Berandai-andai.

Berandai-andai sesuatu yang tak pasti. Berandai-andai tentang masa lalu adalah sesuatu yang mubazir.

Cerita masa lalu tak masalah. Ia adalah suatu bagian dari proses pembelajaran. Yang menjadi masalah adalah ketika cerita tersebut menjadi keluh.

Saya tak menyalahkan tentang mengeluh. Tapi sering kali mengeluh itu membuat ruang hati untuk bersyukur itu tertutup. Gelap.

Sejak hari itu, dimana saya menyadari ruang hati menjadi gelap karena ruang keluh yang tanpa saya sadari semakin penuh, saya tutup ruang itu rapat-rapat. Digembok dengan baja.

Membuka pintu ruang syukur, tidaklah mudah. Berat. Tapi percayalah berat itu hanya sementara. Perlahan gelap itu akan tergantikan. Ruang hatimu akan terang, dipenuhi oleh cahaya yang semakin banyak. Hidupmu menjadi mudah karena banyak cahaya yang menuntunmu.

Percayalah, bersabarlah.

Mungkin kamu sering mengucapkan kata terima kasih, kepada orang yang menolongmu, yang mengantarmu, yang membantumu.

Tapi tidak jarang pula lupa mendoakan dirimu yang baik-baik, lupa berterimakasih ke dirimu yang lalu, lupa berbaik sangka kepada dirimu di masa depan. Sempatkanlah untuk berterimakasih pada dirumu karena dia yang mengajarimu apa itu berjuang, bersabar, dan bersyukur mendapat harapanmu yang tak disangka-sangka.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s