Hilangnya Dua Snack Box

2 comments

Jumat, 2 November. Selesai sudah tugas aktualisasi CPNS yang dikerjakan selama 27 hari kerja melalui ujian presentasi. Paginya presentasi, sorenya laporan perbaikan sudah harus dikumpul.

Setiap mau presentasi, hati selalu dag-dig-dug, perut mulas, tangan gemetar (tremor). Anak introvert pasti mengerti ketidaknyamanan ini. Ditambah lagi, sejak awal sudah saya prediksi aktualisasi yang saya kerjakan ini bukanlah yang terbaik yang bisa saya lakukan. Tapi toh nasi sudah menjadi bubur, bagaimana pun juga harus dihadapi.

Presentasi di depan 3 senior: penguji, mentor, coach selama 45 menit. Pertanyaan yang bisa dijawab, dijawab. Yang ga bisa dijawab, dijawab dengan cengiran.

Gagal presentasi dengan baik sudah bukan masalah lagi. Snack gratis sudah cukup menjadi obat untuk menaikkan mood kembali. Sengaja saya ambil dua snack box diantara puluhan snack yang menganggur tak bertuan. Sayangkan kalau terbuang. Apalagi snack kali ini lebih mewah, ada roti-rotian juga yang jadi favorit saya.

Sengaja juga tidak saya makan langsung di tempat supaya bisa dinikmati dengan santai di kamar kost. Sudah saya bayangkan sore itu saya mau nonton sambil nyemil kue lezat yang sudah jarang saya dapatkan.

Setibanya di kost, perasaan udah mulai aneh. Saya lihat tas, kok bentuknya udah ga sepadat waktu saya masukkan dua snack box itu ke dalam tas.

Ternyata benar, snack tersebut sudah hilang. Tak satu pun tersisa. Saya keluarkan sebagian isi tas supaya lebih jelas, tetap tidak ada.

Berusaha saya paksakan kembali mengingat kronologis kejadian sore itu.

Sore itu saya duduk di ruang tunggu, kemudian memesan ojek online. Orderan sudah diterima dan pengemudi sedang menuju ke tempat saya. Dan ya semenit kemudian tiba-tiba hp saya mengeluarkan angka detik-detik kematiannya, 15, 14, 13, … . Saya panik. Secepat kilat saya bongkar isi tas dan mencari power bank. Tapi terlambat sudah, hp sudah mati dan menghidupkannya kembali butuh waktu lama. Masih dalam keadaan panik, saya putuskan untuk keluar gedung dan menunggu bapak ojol diluar saja.

Dan ya saat itu saya pun tersadar, ketika mencari power bank ternyata saya mengeluarkan dua snack box tersebut dan meletakkannya di meja depan saya. Dan entah bagaimana akhirnya saya tidak menyadari dua snack box yang padahal jelas-jelas di depan mata itu saat mengemasi barang-barang saya kembali.

Jadi hikmah dari cerita ini adalah

  1. Sepanik apapun kamu, periksalah tempat terakhir kamu dengan seksama agar tidak ada penyesalan kemudian
  2. Jika itu bukan rezekimu, entah bagaimana caranya dia akan mencari jalannya sendiri untuk pergi
  3. Kalau punya makanan lebih, diniatkan juga untuk dibagi ke yang lain

***

Halo! Kali ini saya lagi pengen nyoba genre tulisan yang beda. Lagi pengen latihan bikin tulisan yang story telling gitu. Ini cerita lucu yang saya tulis tapi kok rasanya jadi garing ya. Oke yasudahlah dibaca saja ya.

Advertisements

2 comments on “Hilangnya Dua Snack Box”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s