Melihat Sumber Air Baku PDAM Kota Bandung di Intake Cikalong

No comments

Setelah post-post yang lalu membahas tentang pengolahan air limbah domestik, kali ini saya mau sharing mengenai pengolahan air bersih dari air sungai. Teman-teman yang di rumahnya berlangganan air bersih PDAM pernah penasaran ga sebenarnya sumber air olahan PDAM itu dari mana?

Kalau saya sih dulu engga, soalnya rumah saya di Pekanbaru pakai air tanah. Hehehe. Tapi ya gitu, airnya ga jernih-jernih amat, airnya berwarna kekuningan dan sadah. Air sumur cuma layak buat mandi sama cuci karena jenis tanahnya gambut.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pekanbaru gak terlalu kedengaran eksistensinya. Saya baru tau ternyata kota kelahiran saya punya PDAM saat saya kuliah. Dari 378 PDAM yang ada di Indonesia, ternyata belum semua penduduk tau dan merasakan manfaatnya ya.

Ketika berkuliah di Bandung, saya mulai tau nih ada sumber air bersih lain yaitu air produksi PDAM. Soalnya tempat kost saya yang berada di permukiman padat penduduk pakai air PDAM. Awalnya gak biasa karena airnya berbau kaporit dan kualitasnya ga stabil, kadang baunya pekat kadang biasa aja ga berbau.

Dan ternyata dari yang saya pelajari, air PDAM yang ketika mengalir ke rumah masih berbau kaporit itu artinya air tersebut bagus dan layak. Adanya sisa kaporit (yg tercium dari baunya) di air untuk menjamin bahwa air aman dari mikroba patogen. Jika selama pipa penyaluran air tersebut terjadi pencurian air atau kebocoran pipa, maka zat dari luar dapat masuk dan mengontaminasi air, maka kaporit inilah yang bertugas untuk membunuh bakteri kontaminan tersebut.

Informasi Umum Intake Cikalong

img_20180730_132311.jpg
Kantor di Intake Cikalong

Salah satu dari 3 sumber air baku PDAM Kota Bandung adalah Sungai Cisangkuy yang berlokasi di Desa Cikalong, Kec. Pangalengan, Kabupaten Bandung. Air sungai yang diambil adalah limpasan dari PLTA Cikalong milik PLN. Apabila tidak mencukupi, air diambil langsung dari Sungai Cisangkuy.

Unit instalasi pengolahan air yang berada di Desa Cikalong adalah intake atau bangunan penyadap dan bak prasedimentasi.  Lokasi intake dan bak prasedimentasi berbeda, jaraknya sekitar 600 m.  Air dari intake dialirkan ke bak prasedimentasi dengan tunnel pipa diameter 700 mm. Beda elevasi antara intake dan bak prasedimentasi adalah 15 m.  Terdapat pagar di outlet pipa tunnel untuk menyaring sampah dan meratakan aliran. Ketika kunjungan, kami berkesempatan hanya melihat bangunan prasedimentasi.

Capture
Tunnel Pipa [Sumber: Fausta (2016)]

Bak Prasedimentasi

Ada 2 buah bak prasedimentasi yang berfungsi untuk menyisihkan dan menurunkan TSS (zat tersuspensi) dalam air. Rata-rata debit air yang masuk 1800 L/detik, namun saat musim kemarau hanya 500 L/detik. Ukuran bak prasedimentasi yaitu 32 m panjang, lebar 6 m, dan kedalaman 4 m.

IMG_20180730_132244
Bak prasedimentasi

Sampah dan zat tersuspensi mengendap di dasar bak prasedimentasi. Terdapat jembatan di atas bak prasedimentasi yang berfungsi untuk mengeruk lumpur yang ada di dasar bak. Jembatan ini dapat bergerak.

IMG_20180730_131359

Capture2.JPG
Proses pembersihan sludge (lumpur) prasedimentasi [Sumber: Fausta (2016)]
Lumpur
Sludge box [Sumber: Fausta (2016)]

Kemudian tahap selanjutnya air mengalir masuk ke pipa transmisi. Untuk masuk ke pipa transmisi, air keluar dari bak prasedimentasi lewat 3 pintu air. Pintu kanan adalah untuk ke pipa lama, pintu tengan untuk ke pipa transmisi baru, dan pintu terakhir untuk mengalirkan overflow atau limpahan air dari 2 pintu air sebelumnya.

Pintu air berfungsi untuk mengontrol dan membagi debit aliran sebelum masuk ke pipa transmisi dan sebagai stabilizer agar air yang mengalir ke pipa transmisi proporsional. Pintu air ini dioperasikan secara manual.

IMG_20180730_133341
Pintu air

IMG_20180730_131951

1537532436445
Perubahan debit aliran setelah melewati pintu air

Selain bak prasedimentasi milik PDAM Kota Bandung, disisi lain ada juga bak prasedimentasi milik SPAM Regional Jawa Barat. SPAM Regional berbeda dengan PDAM dan skala pengolahannya lebih besar. SPAM Regional mengolah air untuk dimanfaatkan lebih dari satu kabupaten/kota.

IMG_20180730_133205

IMG_20180730_133138
Bak prasedimentasi milik SPAM Regional Jawa Barat

Saat kunjungan, bak prasedimetasi SPAM Regional belum dioperasikan. Perbedaan bak prasedimentasi miliki SPAM Regional Jawa Barat dan PDAM Bandung adalah terdapat jembatan dari beton di tengah bak dan tidak ada alat pengeruk lumpur SPAM Regional. Terlihat pada gambar, dasar bak diberi kemiringan agar lumpur dapat terkumpul di keluarkan pada bagian tengah bak

Pipa Transmisi

Ada 2 buah pipa transmisi untuk mengalirkan air dari bak prasedimentasi menuju PDAM Bandung yang berlokasi di Jalan Badak Singa. Pipa lama dibangun tahun 1955 dan pipa baru dibangun tahun 1993. Pipa baru memiliki panjang 31,135 km dengan diameter 850 mm. Kapasitas desain pipa adalah 800 L/detik, namun rata-rata debit yang dialirkan 600-650 L/detik dan belum pernah mencapai kapasitas penuh. Berdasarkan informan, pada tahun 2019 akan ada IPA baru selain IPA di Badak Singa sehingga pengolahan air dilakukan di 2 tempat.

Jenis pipa transmisi yang digunakan adalah pipa baja yang dilapisi beton. Tidak semua menggunakan pipa, ada 5 bagian/section yang terbuat dari beton bertulang. Saat debit aliran kecil di musim kemarau, pipa transmisi yang dipakai hanya satu.

Sepanjang pipa transmisi, terdapat 5 jenis aksesoris pipa yaitu air valve/ air valve on pipe bridges (AVPB), air valve from TM manufacturer (AVTM), over-valve speed (OVS), check valve (NRVS), and wash out.

Air valve gunanya untuk mengeluarkan udara yang terperangkap dalam pipa, check valve untuk mengalirkan fluida secara searah dengan tujuan untuk menghindari terjadinya aliran balik, over-valve speed berfungsi untuk mengendalikan tekanan tertinggi dan wash out untuk mengeluarkan endapan dalam pipa mungkin terjadi.

Lesson Learnt

Ini merupakan pengalaman pertama saya melihat lokasi intake dan bak prasedimentasi. Sebelumnya memang sudah pernah juga melihat langsung instalasi pengolahan air namun tidak pernah sampai melihat proses di hulunya bagaimana. Beberapa ilmu baru yang saya dapatkan yaitu ternyata sumber air baku tidak hanya yang langsung dari sungai tetapi ada juga yang dari limpasan PLTA. Limpasan PLTA ini aman karena dalam prosesnya PLTA sendiri tidak menghasilkan limbah berbahaya.

Ada saja hal baru yang didapat dan ini tidak dapat dibangku kuliah, apalagi dulu di kampus saya merasa tidak terlalu mendalam diajarkan mengenai  per-desain-an, unit-unit detailnya seperti apa, aksesoris pipanya apa saja. Emang kayaknya ilmu-ilmu desain begini lebih efektif didapatkan ketika kunjungan karena bisa kebayang langsung bentuknya dimana. Per-desain-an butuh feeling dan pengalaman apalagi desain ini bisa buanyak banget bentuknya sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.

***

Sampai disini saya akhiri. Buat mahasiswa dan siapapun yang nyasar ke halaman ini, semoga bisa menambah pengetahuan. Terakhir, feel free to comment and sharing untuk mendapat info lebih lengkapnya.

***

Sumber:

  • Hasil wawancara dengan narasumber
  • Dokumentasi pribadi
  • Fausta, Nessia. 2016. Preliminary Study of PDAM Tirtawening Wakter Treatment Plant, Bandung, Indonesia for Sustainable Production Capacity.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s