Sudah amankah air sumur kita dari pencemaran septic tank?

One comment

Sanitasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Setiap hari manusia menghasilkan air limbah, tinja dan non tinja (air bekas mandi, air bekas cuci baju, dll). Air limbah ini memerlukan pengelolaan agar tidak mengganggu kesehatan dan kenyamanan kita.

Tau gak sih air limbah dari toilet rumah kita disalurkan kemana?

Idealnya, melalui perpipaan air limbah disalurkan ke septic tank atau tangki septik. Namun, masih ada beberapa masyarakat yang toilet nya udah bagus tapi sayangnya tidak punya septic tank.

Jadi mereka ini buang kemana?

Bagi yang rumahnya dekat ke sungai, masih banyak yang pipa dari toiletnya langsung disalurkan ke sungai. Tapi ada yang lebih parah lagi sih, masih ada yang buangnya di selokan. Ermmm saya pernah liat sendiri ada emas ngapung-ngapung di selokan yang cukup besar di area permukiman kumuh.

Screenshot (23)

11214207_10204549453912881_6395129425168031424_n

Kan gak apa-apa toh nanti sungainya bisa bersih kembali secara alami? Orang dulu juga buang hajat di sungai tapi gak tercemar tuh sungainya.

Ya, coba kita pikir baik-baik. Bandingkan jumlah orang dulu dan sekarang yang rumahnya di pinggir sungai. Ibarat kata sungai yang kemampuannya dulu mungkin hanya untuk melayani 10 orang yang buang tinja ke sungai, nah sekarang sungai dibom tinja sama 1000 orang, ya tentu berkurang kemampuannya.

Nah, kenapa sih kita perlu septic tank dan ga boleh langsung buang air limbah ke lingkungan seperti sungai, selokan, tanah, dll?

Dampak pencemaran air dapat dibagi ke dalam empat kategori, yaitu dampak terhadap kehidupan biota air, kualitas air tanah, kesehatan, dan estetika lingkungan. Mudahnya, akan saya bagi menjadi 2 yaitu dampak yang mudah terlihat (visual) dan yang tidak terlihat.

Yang paling mudah kita lihat yaitu adanya pencemaran sungai. Air sungai di Indonesia saat ini banyak yang kotor, berubah warna, dan bau, yang tentu kita liatnya aja jadi jijik. Memalukannya lagi, sungai kita, Sungai Citarum pernah terkenal loh jadi sungai tercemar no.1 di dunia.

sungai-citarum

Oke yang terlihat bahayanya gampang kita hindari. Tapi ada lagi bahaya yang gak terlihat yang lebih berbahaya, yaitu pencemaran air tanah. Air dari septic tank dapat merembes dan mengalir hingga mencapai air tanah. Apalagi daerah yang muka air tanahnya tinggi.

Air tanah dari sumur-sumur yang kita pakai buat mandi dan cuci baju, bahkan dikonsumsi. Mungkin warna airnya terlihat jernih seperti biasa, tapi kita gak bisa menjamin kandungan air tersebut aman.

Ada tiga parameter air dalam persyaratan air yang layak, yaitu secara fisik, kimia, dan biologis. Secara fisik, dapat kita lihat langsung. Secara kimiawi, dapat kita tau karena kandungan logam dalam air mempengaruhi rasa airnya. Sedangkan secara biologis ini yang sulit diketahui langsung karena perlu cek di laboratorium.

Air limbah tinja mengandung bakteri e.coli. Bakteri ini secara alami ada dalam pencernaan manusia. Dia ini paling mudah dicek sehingga dapat berfungsi sebagai indikator adanya pencemaran air.

Sebenarnya bakteri e.coli tidak berbahaya, tapi hadirnya e.coli di air bisa mendatangkan teman-teman bakterinya yang lain. Teman-teman e.coli ini lah yang berbahaya, namanya bakteri patogen, jenisnya bermacam-macam. Dan pengecekan bakteri patogen ini tidak semudah ngecek e.coli. Bila air dari sumur tercemat tersebut digunakan untuk air minum, bisa menyebabkan penyakit diare, kolera dan disenteri.

Teman-teman pasti pernah dengar yang namanya septic tank. Tapi pernah cek ga dirumahnya ada septic tank atau engga?

Kalau ada, berarti selamat anda berhasil menyelamatkan sungai dari pencemaran tinja.

Pertanyaan selanjutnya, septic tanknya pernah disedot ga? Kalau pernah, udah berapa kali?

Kalau jawabannya “tidak pernah tuh, tangki septic saya bagus banget udah 20 tahun ga penuh-penuh”, berarti septic tank teman-teman abal-abal. Idealnya septic tank harus disedot tiap 2-3 tahun sekali.

Logikanya ya sesuai namanya, septik itu artinya kedap. Kalau tidak pernah disedot, berarti tidak kedap air/bocor. Septic tank tidak kedap air ini berbahaya karena air limbah bisa menyerap ke tanah dan dapat mengalir ke tempat yang rendah bahkan mencapai sumber air tanah (sesuai sifat alamiah air). Kecepatan aliran air ini juga berbeda-beda tergantung karakteristik tanahnya.

Makanya, yang perlu diperhatikan pertama kali dalam membangun septic tank adalah lokasi. Lokasi penting banget! Berdasarkan penelitian, jarak aman antara sumur dan septic tank adalah 10 m (permenkes), ada juga yang menyebutkan 11 m. Hal ini untuk menjamin tidak terjadinya pencemaran dari septic tank.

Tapi rumah sekarang kan kecil-kecil banget, apalagi di kota besar seperti jakarta, mahal buangeet. Jadi, solusinya gimana?

Dari yang saya baca disini, tidak semua daerah harus membuat tangki septik dengan jarak 10 meter. Untuk daerah yang kondisi geografis dan tanahnya baik, tidak masalah jarak septic tank dan sumur kurang dari 10 meter asalkan kita mengetahui arah aliran air tanah. Yang harus dilakukan adalah meletakkan tangki septic dimana arah alirannya tidak mengarah ke sumur. Minimalnya kita harus peka terhadap tetangga kita, dimana lokasi sumur dan septic tank tetangga.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah membuat septic tank sesuai dengan standar. SNI mengenai septic tank/tangki septik yaitu SNI 2398:2017. Disana sudah dijelaskan secara lengkap dan rinci mulai dari persyaratan teknis, ukuran, desain, dan prosedur, hingga kriteria material yang diperlukan.

Sebenarnya air limbah olahan dari tangki septik tidak boleh langsung dibuang ke lingkungan, perlu pengolahan lanjutan. Pengolahan lanjutannya ga rumit kok, ada yang paling sederhana berupa sumur resapan dengan kedalaman 1 meter. Untuk jenis pengolahan lanjutan dan bagaimana konstruksinya juga telah dijelaskan dalam SNI tersebut.

Selain tangki septik yang terbuat dari beton, ada lagi namanya septik tank fabrikasi. septik tank ini terbuat dari fiber. Ini sudah banyak banget infonya di internet. Ada yang merknya biofive, biotech, bioseven, dan macam-macam lainnya. Ukuran dan kapasitasnya pun bermacam-macam sesuai dengan peruntukannya, misal untuk rumah tinggal, ruko, kantor, dan sebagainya.

Hal yang terpenting ketika memilih merk biofilter adalah pilihlah biofilter yang sudah tersertifikasi. Artinya biofilter tsb sudah teruji dan memenuhi baku mutu air limbah yang ditetapkan oleh kementerian lingkungan hidup.

Nah bedanya dari septic tank beton yang diatas adalah septic tank fabrikasi ini tidak memerlukan lagi pengolahan lanjutan seperti sumur resapan karena efluen yang dihasilkan sudah aman untuk dibuang ke lingkungan.

Salah satu kelebihan biofilter adalah lumpur yang dihasilkan sangat sedikit sehingga penyedotannya lumpurnya lebih jarang yaitu tiap 7-10 tahun. Artinya biaya untuk penyedotan lumpur rutinnya akan lebih rendah dibandingkan tangki septik.

brosur-bio-septic-tank-fiberglass-bandung-adwords
Contoh brosur septic tank fabrikasi (Sumber: https://fiberglassbandung.com/)

Semoga informasi singkat ini bisa menambah pengetahuan teman-teman ya supaya bisa mendapatkan lingkungan yang sehat. Kalau punya kelebihan dana, tidak ada salahnya digunakan untuk membuat septic tank yang sesuai standar. Walaupun ini emang agak pricy, tapi ini investasi yang manfaatnya jangka panjang.

Kesehatan dan keamanan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai karena ketidaktahuan kita malah mencelakakan diri sendiri. Salah satunya dengan mencegah tercemarnya air sumur kita dari air limbah septic tank kita sendiri.

Sejujurnya septic tank di rumah orang tua saya pun juga masih belum sesuai standar. Tapi saya berharap suatu hari kelak bisa punya septic tank yang sesuai SNI. Biar gak cuma punya rumah cantik doang, tapi yang terpenting punya rumah yang sehat. Doakan saya ya semoga tercapai! Yuk kita sama-sama belajar lingkungan supaya bisa hidup makin sehat.

Advertisements

1 comments on “Sudah amankah air sumur kita dari pencemaran septic tank?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s