Natsbee Honey Lemon, Cara Praktis Saya Hidup #AsikTanpaToxic

2 comments

Orang tua saya sangat perhatian dengan yang namanya kesehatan. Beberapa tahun belakangan ini, ketika saya pulang ke rumah dari rantau, makin banyak saja koleksi herbal di rumah. Mulai dari yang bentuknya pil, minyak, hingga berbagai jenis madu.

Orang tua saya sangat menyukai madu. Setiap pulang ke rumah anaknya pasti disuruh konsumsi madu, entah itu caranya langsung dimakan atau diencerkan dulu pakai air. Awalnya ya ogah-ogahan, mau ga mau harus makan. Eh, lama-lama kebiasaan.

Sewaktu masih kuliah di Bandung, setiap mau balik pasti saya disuruh bawa madu. Kata orangtua ini buat vitamin biar selalu sehat menghadapi aktivitas akademik dan non akademik yang padat.

Ada dua jenis madu yang ga pernah absen selalu dibawa dari Pekanbaru.

Pertama, madu buat meredakan sakit batuk, namanya madu batuk. Ini ampuh kalau udah mulai ada gejala batuk seperti tenggorokan yang gatal-gatal. Kedua adalah madu asli dari hutan riau. Ini nih madu yang biasanya sebagai vitamin, buat menjaga kesehatan tubuh sehari-hari.

Dulu waktu kuliah sih ga merasakan langsung efek signifikan dari rutin minum madu tiap hari. Jadinya ya kadang bolong-bolong konsumsinya. Alhamdulillah masih sehat wal afiat, gak pernah sakit parah berhari-hari. Mungkin juga karena saat itu gak banyak terpapar polusi secara jarak kampus ke kosan deket banget.

Namun, saat tahun ini saya pindah ke Jakarta, beeehhh, kaget asli sama polusinya. Apalagi mau tidak mau setiap pagi dan sore harus melewati jalanan yang padat untuk menuju kantor. Dua minggu pertama, saya stress berat. Asli. Bukan, bukan karena kerjaan, melainkan stress menghadapi polusi jalanan saat pergi pulang kantor.

Dari sini saya mulai berpikir, kayaknya saya perlu rutin konsumsi vitamin nih kalau tiap hari terpapar racun begini.

Tau sendiri kan gimana kondisi jalanan Jakarta saat sore jam pulang kantor? Selain tentu saja lebih macet daripada pagi hari, rasanya saya terpapar racun polusi udara yang jumlahnya meningkat jadi dua kali lipat. Ditambah lagi, makin stress lihat motor dan mobil yang jumlahnya berjubel-jubel tumpah di jalanan. Iya, saya masih gak biasa macet-macetan.

pexels-photo-226460

Bicara soal kesehatan lingkungan, sebagai anak tenik lingkungan gak afdol dong kalau penyampaiannya tanpa data. Iya gak?

Ngomongin soal polusi, tau gak sih kalau kualitas bahan bakar yang buruk berkontribusi besar terhadap polusi udara?

Nah, kualitas bahan bakar di Indonesia rata-rata masih menggunakan Euro 2, sedangkan di negara maju menerapkan standar Euro 4 bahkan 6. Makin tinggi Euro maka emisi yang dihasilkan pun makin baik dan tidak berbahaya.

Emisi yang dihasilkan dari bahan bakar Euro 2 adalah debu ukuran 10 mikron. Jika dihirup dapat menyerang saluran pernapasan atas sehingga mengakibatkan flu dan batuk atau virus ISPA.

Ketika macet, pembakaran bahan bakar kendaraan menjadi tidak sempurna (kecepatan kendaraan <30 km/jam). Akibatnya emisi yang dihasilkan pun menjadi lebih berbahaya bagi kesehatan.

Inilah salah satu penyebab keresahan saya awal-awal tinggal di Jakarta. Saya sering banget terkena flu hingga berminggu-minggu. Mungkin juga karena daya imun tubuh saya masuh sensitif, masih perlu penyesuaian lagi dengan daerah baru. 

Ketika terpapar polusi jalanan terlalu lama, saya jadi gampang sakit. Ya mau gimana lagi, tiap hari harus naik motor karena ini transportasi yang bisa diandalkan, mudah dan cepat.

Sejak saat itu saya mulai memperhatikan asupan makanan dan minuman yang masuk ke tubuh. Madu yang dulunya dikonsumsi masih belum rutin, mulai saya rutinkan kembali.

Nah, baru-baru ini saya menemukan info produk minuman namanya Natsbee Honey Lemon. Sebagai penyuka madu, kehadiran minuman ini sungguh membuat saya penasaran! Langsung deh saya cus cari-cari minuman ini.

IMG_0991

Natsbee Honey Lemon ini mengandung vitamin C dan terbuat dari perpaduan madu dan lemon asli. Dua kombo madu dan lemon ini memiliki kemampuan untuk mengikat zat-zat berbahaya di dalam tubuh lalu membuangnya sehingga tubuh kembali bersih dan segar. Natsbee Honey Lemon juga aman dan sehat diminum setiap hari karena tidak memakai bahan pengawet dan pewarna buatan.

Bentuk kemasannya menarik dan dari warnanya pun representative banget. Dari tampilannya udah keliatan banget minuman ini bikin segar apalagi diminum dalam keadaan dingin.

Menurut saya, paduan rasa madu dan lemonnya pas. Saat pertama kali diminum aroma madunya kerasa banget tapi rasa madunya gak dominan. Rasa lemonnya juga bikin segar dan gak asam sama sekali kayak minuman-minuman lemon yang pernah saya coba.

Harga minuman ini pun sangat-sangat terjangkau dan bisa diperoleh di minimarket terdekat. Karena saat ini saya lagi berada di pinggiran kota, agak sulit menemukan minuman ini. Tapi, untungnya rasa penasaran saya dapat terobati dengan cepat karena tersedia di alfaexpress yang berada di penginapan saya.

IMG_0997

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, saya anaknya sensitif sama polusi udara. Jadi kalau banyak beraktivitas diluar rumah butuh vitamin biar gak gampang loyo hehehe. Kini sejak kenal Natsbee Honey Lemon, manfaat madu dan lemon bisa saya dapatkan dengan praktis, mudah, cepat.

Teman-teman yuk kita jaga kesehatan biar hidup jadi lebih #asiktanpatoxic. Gak enak banget kan sakit kalau lagi banyak deadline kerjaan. Yuk Bersihkan hari aktifmu bersama Natsbee Honey Lemon!

Advertisements

2 comments on “Natsbee Honey Lemon, Cara Praktis Saya Hidup #AsikTanpaToxic”

  1. Untuk yang nggak terbiasa dengan udara ibu kota memang gampang sakit. Polusinya itu lho ):

    Minuman ini enak banget yaa bisa dibawa ke mana-mana, diminum pas dingin paling enak (:

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s