Studi Lapangan ke PT Pindad

No comments

Dua minggu lalu saya dan rekan-rekan cpns lainnya mendapat kesempatan studi lapangan ke PT Pindad dalam rangka melihat penerapan nilai ANEKA di perusahaan produsen senjata tersebut. Senang banget kalo ngikutin kegiatan-kegiatan seperti ini. Selain bisa jalan-jalan, bisa nambah wawasan juga.

FYI, Nilai ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, dan anti korupsi) itu adalah nilai dasar PNS yang saya pelajari selama pelatihan dasar. Saya gak akan bahas soal itu lebih dalam, namun disini saya mau share berbagai informasi menarik yang saya dapatkan dari kegiatan tersebut.

Sekilas tentang sejarah PT Pindad

IMG_20180704_105626

PT Pindad adalah BUMN yang bergerak di bidang produsen peralatan pertahanan dan keamanan. Memiliki kantor pusat yang berada di Bandung dan Divisi Munisi yang berada di Surabaya.

Mulanya pada tahun 1808 VOC mendirikan bengkel persenjataan bernama Constructie Winkel (CW) di Surabaya. Kemudian pada tahun 1923, bengkel persenjata Artillerie Constructie Winkel (ACW) ini  dan Ammunition Proyektiel Fabriek (PF) dipindahkan ke bandung.

Lalu pada tahun 1950, kepemilikan dan pengelolaan bengkel persenjataan ini diserahkan ke TNI AD dan tahun 1962 berubah nama menjadi Perindustrian Angkatan Darat (PT Pindad). Barulah pada tahun 1983 perusahaan ini menjadi perusahaan BUMN dengan nama PT Pindad (Persero).

Produk-produk yang dihasilkan PT Pindad udah banyak banget, contohnya berbagai jenis senjata, kendaraan khusus, munisi, dan produk industrial.

Loh, produk industrial? Kok bisa?

Iya, perlu diketahui ternyata kini Pindad gak hanya produksi alat alutsista, namun juga melebarkan usahanya ke produk-produk industrial, seperti tempa dan cor & alat perkeretapian (10 jenis produk), alat berat (5 jenis produk), dan bahan peledak komersial (5 jenis produk).

Produksi kendaraan khusus yang high spec, misal panser, aja sudah berpengalaman, jadi ga sulit buat Pindad untuk bertransformasi, membuat produk alat berat karena notabenenya sudah punya kompetensi di bidang sistem hydraulic dan roda rantai. Yang mana bidang tersebut juga diaplikasikan untuk membuat excavator.

Selain excavator, ada produk baru juga yaitu alat dan mesin pertanian (alsintan), antara lain traktor multiguna, mesin pengolahan (rota tanam), dan mesin panen.

Sebenarnya ada banyak lagi produk-produk yang telah dibuat Pindad selain yang saya sebutkan di atas. Selengkapnya mengenai Pindad dan produknya bisa dibaca disini.

Bicara mengenai kualitas produk, kita sebagai masyarakat Indonesia patut berbangga karena produk-produk karya anak bangsa dari PT Pindad telah banyak mendapat penghargaan di tingkat internasional. Dan juga menjadi juara bertahan di berbagai event perlombaan internasional, contohnya yaitu:

  • Brunei International at Arms Meet (BISAM) menjadi 1st winner (2005-2014)
  • Australia Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 1st winner (2008-2018), dan
  • ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 1st winner 2008-2017

Mengenai penjualan, produk-produk PT Pindad telah banyak dijual di pasar global dan juga digunakan PBB. Dari negara-negara di Asia, Australia, Afrika, hingga Timur Tengah.

Salah satu yang paling menarik adalah saat sesi tanya jawab. Ada 2 info menarik yang saya dapatkan.

  1. Jual alat alutsista itu ternyata G to G (Government to Government), bukan B to B (Business to Business) sehingga penjualan senjata itu adalah transaksi antar dua negara. Walau perusahaan yang produksi, namun senjata tidak bisa dijual sembarangan. Berdasarkan aturan, tidak diperbolehkan untuk menjual ke negara konflik atau negara yang diembargo.
  2. Pengiriman ekspedisi alat alutsista ke negara lain membutuhkan waktu yang lama. Misalnya mau dikirim ke negara X, maka setiap negara lain yang dilewati baik darat, laut maupun udaranya untuk bisa sampai ke negara X tersebut, harus juga diminta perizinannya. Makanya proses pengiriman alat alutsista bisa memakan proses 1 tahun lamanya.

KemenPUPR dan PT Pindad

Excavator merupakan salah satu alat berat yang sangat erat kaitannya dengan kegiatan PUPR. Baik itu dalam konstruksi maupun operasional. Ngomong-ngomong, KemenPUPR banyak memesan excavator buatan pindad ini untuk kegiatan operasional TPA di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.

Excavator buatan pindad ini diberi nama excava 200. Dari informasi pegawainya, excavator ini telah terjual sebanyak 270 unit setiap tahunnya. Desainnya mulai dibuat pada tahun 2015, lalu keluar prototypenya pada tahun 2016, dan resmi dijual pada tahun 2017.

IMG_20180704_103201

Meskipun PT Pindad baru 2 tahun berkecimpung dalam produksi excavator, namun excava 200 ini tak kalah kualitasnya dengan pesohor yang ada kini. Mesin excavator ini sangat mumpuni, menggunakan mesin buatan dari jerman yang lebih bandel atau berjenis heavy duty.

BOOOM!

Kami berkesempatan untuk melihat langsung wujud excava 200 ini. Kuning besar! Di samping si kuning ini serasa jadi tukang insinyur beneran. Hahahaha.

IMG_20180704_103050

Excava yang kami lihat di area display ini adalah excava yang sudah ada pembelinya dan sedang dalam proses pengiriman. Jadi saat itu, kami juga lihat langsung bagaimana excava ini dipindahkan ke mobil pengangkut.

Official warna excava yang dijual adalah merah putih. Kenapa? Karena melambangkan warna bendera Indonesia. Tapi khusus untuk kemenPU dibuat warna kuning sesuai pemintaan Menteri PU karena kuning adalah warnanya PU.

IMG_20180704_103005

Selain liat-liat alat berat, kami juga diperbolehkan melihat panser yang biasanya digunakan TNI. Pansernya ada diberi nama Anoa dan Badak. Btw, pemberian nama dengan nama-nama hewan Indonesia juga merupakan bentuk nasionalisme loh.

IMG_20180704_110052

IMG_20180704_105900

IMG_20180704_111254

***

Baiklah segitu aja sharingnya. Pasar Indonesia ini sangat potensial. Miris rasanya kalau kita hanya jadi konsumen di negeri sendiri dan memberikan peluang perusahaan asing masuk dan menguasai pasar tersebut. Oleh karena itu, yuk kita dukung produk karya anak bangsa, apapun itu. Kalau bukan bangsa sendiri yang memajukannya, siapa lagi.

Yuk kita jadi profesional di bidang apapun yang kita tekuni. Inovasi dalam bekerja itu sangat diperlukan demi kemajuan suatu organisasi/perusahaan. Begitu juga dengan ASN, kini juga dituntut untuk kreatif dan inovatif.

Seperti tulisan motivasi yang terdapat di banner Pindad, Tanpa inovasi = Mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s