Hp dan Sosmed, Teman Masa Kini

No comments

Sebagai anak kosan, saya mulai ‘berteman’ dengan smartphone. Hidup sendirian di kamar 3×3, ga ada orangtua ataupun sanak saudara yang bisa diajak ngobrol. Hp lah satu-satunya nya teman yang praktis. Ga perlu buka pintu kamar, lalu say hai ke tetangga dan basa basi ngajak ngobrol supaya bisa berteman. Ga perlu capek keluarin tenaga extra. Tinggal ngesot beberapa langkah, and then hp is enough to be my friend.

Ga kebayang gimana boringnya menunggu sesuatu di zaman dahulu. Apalagi saat pergi sendirian, ga bareng teman dan tidak ada teman mengobrol. Menunggu 5 menit aja rasanya udah gatal-gatal kaki.

Lah sekarang nunggu berjam-berjam pun santai aja. Yang penting asal ada hp di tangan. Waktu pun jadi terasa cepat berlalu. Amazing ga sih? Atau malah menyedihkan?

Technology sometimes can spend your time fast.

Manusia itu punya rasa ingin tahu yang tinggi. Punya rasa ingin berbagi yang tinggi. Punya keinginan untuk berkomunikasi yang tinggi. Dan sosial media membantu memenuhi keinginan itu semua.

Generasi z pasti mengerti maksudnya. Ingin sharing ke teman, sharing cerita, sharing pengalaman, sharing kebahagian, sharing kesedihan, sharing informasi penting. Menarik memang, kita bisa membagiakn informasi dengan begitu cepat.

Hal ini juga dapat memenuhi rasa ingin tahu kehidupan orang lain dengan cepat. Alias kepo. Kalau dulu orang mau kepo kehidupan orang lain, perlu usaha buat nanya-nanya ke temannya, atau kalaupun langsung nanya ke orangnya sendiri dimulai dengan basa basi dulu. Kalau sekarang, orangnya sendiri yang akan membagi informasinya. Dia sedang dimana, dia sedang makan apa, dia sedang jalan-jalan kemana, dia sedang dengan siapa, dan apa saja yang dia lakukan hari itu. Menarik kan? Gampang banget mau cari informasi pribadi seseorang di zaman ini.

Namun hal demikian bisa jadi bumerang tersendiri buat orang-orang yang belum dapat dengan bijak mencerna informasi. Adanya sosmed bisa membuat orang-orang zaman now susah bersyukur. Sibuk membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Sibuk membandingkan aktivitasnya dengan orang lain. Sibuk membandingkan kekayaannya dengan orang lain. Sibuk membandingkan kebahagiaannya dengan orang. Bikin sibuk sendiri dengan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dipikirin. Bikin iri, bikin penyakit hati. Memang tidak semua, tapi mungkin ada sebagian demikian.

Tapi… sisi positifnya adalah dengan membagi kehidupan kita bisa mendatangkan keuntungan, popularitas dan kekayaan. Menjadi dikenal banyak orang, makin banyak peluang. Saya yakin, sudah ada banyak orang yang menyadari keuntungan tersebut.

Self-marketing is so powerful to gain success in short time.

Jadi vlogger, selebgram, youtuber, dan sebagainya. Kompensasai yang didapat jelas lebih banyak dari pada kerja kantoran. Mungkin penghasilannya lebih banyak dari orang yang sudah bekerja bertahun-tahun. Mungkin penghasilanya lebih banyak daripada pekerja professional. Lebih instan, ga perlu melalui pendidikan formal, kuliah bertahun-tahun, ikut pelatihan ini itu untuk dapetin skill. Menjadi artist di jaman ini mudah sekali. Semua orang bisa berkesempatan jadi artist.

Pekerjaan ngartist tentu ada risikonya. Adakalanya setiap orang butuh yang namanya ketentraman buat hidup, butuh privasi. Sama kayak kerjaan kantoran, pabrik, atau lainnya, kalau ga siap mending mikir-mikir lagi. Jangan sampai nantinya menyakiti badan sendiri. Sebegitu senang-senangnya dengan kerjaan yang dijalani, pasti adakalanya merasa lelah. Bagai gunung es di laut, kita ga pernah tau apa yang ada di bawah permukaan air atau hal-hal negatif yang dihadapi oleh mereka-mereka tersebut.

Ah, satu lagi soal sosmed. Hati-hati dalam membagikan apapun di sosial media. Berat tanggungjawabnya. Sosmed itu bagai ladang. Bisa jadi yang tumbuh amal jariyah baik atau amal jariyah buruk. Mencari yang baik dan yang buruk di sosmed itu perbedaannya bagai setipis 1 lembar kertas. Mudah sekali terjerumus. Awalnya niat liat yang baik-baik tapi malah terlihat yang jeleknya juga.

Bentengi diri dengan bersyukur, bersyukur, dan bersyukur supaya hidup ini lebih indah dan ditambahkan kenikmatannya sama Allah. Dan juga berdoa agar selalu dilindungi Allah dari keburukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s