Apakah jurusan teknik lingkungan cocok untuk perempuan?

2 comments

Di pencarian salah satu post saya, ada muncul kalimat ‘Apakah teknik lingkungan cocok untuk wanita’?

Saya akan mencoba menjawab dari kaca mata saya.

Kalau kalian bertanya mengenai kuliah jurusan teknik lingkungan, saya katakan mau cowok ataupun cewek silahkan mengambil jurusan ini. Malah saya anjurkan juga kalian mempelajari teknik lingkungan walaupun tidak ingin bekerja di bidang ini.

Tapi, kalau kalian bertanya mengenai dunia kerja teknik lingkungan, saya katakan untuk kita yang perempuan berpikirlah ribuan kali sebelum memilihnya hahaha.

Mungkin buat yang ternyata tidak suka kerja di lapangan (seperti saya), jawaban ini lebih relevan. Atau mungkin buat kalian yang punya cita-cita kerja santai, mungkin ini bisa menambah wawasan.

Materi kuliah di teknik lingkungan itu sangat luas. Secara garis besar ada belajar tekniknya, ada manajemennya, ada penelitiannya, ada sosialnya, dan penulisan laporannya. Dari materi perkuliahannya aja kalian mendapat ilmu yang sangat-sangat luas sampai bingung kalian ini banyak banget yang dipelajari. Teknik lingkungan beda dengan ilmu lingkungan. Oleh karena itu utamanya kalian mau tidak mau harus bisa tekniknya juga agar bisa lulus kuliah.

Bagian tekniknya yaitu yang bisa dilihat dengan mata contohnya, instalasi pengolahan air minum, instalasi pengolahan air limbah, distribusi perpipaan air minum dan air limbah, bangunan drainase, desain TPS, desain pengolahan limbah domestic (anaerobic digester, pirolisis), wetland, desain landfill, desain APC (air pollution control), plambing, remediasi tanah, dan lain-lain.

Bagian manajemennya yaitu yang tidak terlihat namun dekat dengan sehari-hari, contohnya pengelolaan sampah mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga sampai di TPA (tempat pemrosesan akhir), pengelolaan b3 dan limbah b3, sistem manajemen lingkungan, sistem manajemen k3, manajemen mutu, sanitasi makanan, produksi bersih, permodelan lingkungan, life cycle analysis (LCA), pengelolaan udara dan lain-lain.

Bagian sosialnya yaitu belajar hukum lingkungan, belajar aspek non teknis dalam pengelolaan lingkungan (ekonomi, sosial) valuasi lingkungan, analisis risiko, analisis keberlanjutan sistem.

Bagian penulisannya adalah kalian harus bisa menulis laporan sesuai yang disukai dosen ataupun asisten. Praktikum sederhana tapi laporan harus panjang lebar dan mendalam. 1 modul praktikum itu sebentar, tapi sekali praktikum ada banyak modul. Belajar juga bagaimana menulis amdal, laporan kp, dan tugas akhir.

Mungkin tekniknya ini lah sedikit menjadi beban bagi perempuan. Sedikit yang suka karena harus bisa ngegambar dan ke lapangan. Mungkin inilah kenapa banyak perempuan di TL milih penelitian.

Oke masuk ke bagian dunia kerja.

Karena saking luasnya ilmu yang dipelajari kalian nantinya bisa milih mau kerja dimana. Tapi sepengalaman saya, ga bakal sebanyak anak akuntansi, hukum, manajemen, dan IT pilihan kerjanya. Sabar yak.

Umumnya, ada 4 golongan pekerjaan di jurusan teknik lingkungan. Kerja di pemerintahan, BUMN, swasta, NGO, dan wirausaha. Mari kita kupas, menurut pengetahuan saya.

  1. Kerja di pemerintahan atau birokrasi atau abdi bangsa. Contohnya itu di kementerian/dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (LHK), BAPPENAS/BAPPEDA, DIKTI (dosen), LIPI (peneliti) dan lembaga lain yang menerima lulusan TL. Kalau dari segi keilmuan yang dominan digunakan:
  • Di PUPR tentu ilmu teknik nya tapi tidak semua. Contohnya IPAM, IPAL, Landfill, pengelolaan persampahan, drainase, sanitasi lainnya.
  • Di KLHK sepertinya lebih dominan ilmu sosial dan manajemen. Harus paham regulasi karena akan berhubungan dengan industri-industri yang melakukan pembuangan limbah, melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai persampahan, bahaya B3, pemantauan kualitas udara, dll.
  • Atau kalau lebih senang kerja sendiri, tidak terikat dengan kerjasama tim, target kerja dan waktu kerja yang lebih fleksibel, bisa jadi dosen ataupun peneliti.
  1. Kerja di BUMN/BUMD, contohnya di kontraktor seperti adhi, WIKA, waskita, hutama karya (lebih dominan kepake ilmu K3). Di BUMD seperi PDAM, Perusahaan Air Limbah (PAL), Pengelolaan persamaan kota, dll. Atau di BUMN yang terkenal seperti Antam, PLN dan Pertamina (lebih dominan ilmu SML dan SMK3).
  2. Kerja di swasta seperti industri pertambangan, perminyakan, makanan, pemrosesan dan lainnya seperti Adaro, chevron, freeport, bukit asam, krakatau steel dan yang terkenal lainnya akan lebih dominan ilmu SML dan SMK3. Bisa juga di perusahaan penyediaan air bersih dan pengolahaan limbah B3 (Aetra, Acuatico, PPLi, dll). Atau bisa juga di konsultan ((ini yang paling banyak lowongannya buat para freshgraduate)).
  3. Kerja di NGO. Kerjaannya lebih dominan kearah sosialisasi gitu, mengadakan gerakan gerakan peduli lingkungan. Contohnya yang international seperti UNESCO, WISH, WWF atau lokal seperti bandung clean action, greeneration, dan lain. Sebenarnya banyak banget tapi saya ga ingat.
  4. Jadi Wirausaha! Kalau ga mau kerjanya terikat dan suka berinovasi dan berani, bisnis di pengelolaan sampah sangat menguntungkan kalau tau celahnya gimana. Apalagi sudah punya latar belakang pendidikan yang baik.

Dari segi fleksibelitas kerja, tentu lebih fleksibel kerjanya di NGO dan jadi wirausaha. Aturan ada tapi tidak sebanyak yang kerja di pemerintahan, BUMN, dan swasta. Kerja di pemerintahan pun ga ada santai-santainya. Malah bisa lebih terforsir karena semakin banyaknya tuntutan dan ketatnya pengawasan.

Dari segi ekonomi, mungkin lebih sejahtera kerja di BUMN, swasta, wirausaha. Gaji sangat-sangat bersaing dengan perusahaan lain. Makin bisa membawa untuk perusahaan, kompensasi makin tinggi. Kalau lembur ada kompensasi lebih. Mungkin ya kalau di pemerintahan belum tentu ada.

Dari segi pengembangan, mungkin lebih bisa berkembang kerja di Pemerintahan dan NGO. Kalau di pemerintah, kita punya hak untuk mendapatkan pelatihan dan jenjang karir jelas mengikuti dengan masa kerja. Makin lama kerja, karir makin naik. Walaupun mesti bersabar dan ga bisa cepat. Kalau di NGO bisa lebih banyak berinteraksi dengan banyak orang dan banyak bidang.

Dari segi tantangan kerja, menurut saya paling berat itu di pemerintahan, BUMN, dan swasta. Tantangannya beda-beda. Kalau di pemerintahan, harus siap ditempatin dimana aja, harus siap lembur sampai malam tanpa diberi kompensasi lebih, harus siap berkorban materi diawal kalau saat diklatnya ternyata ga diberi kompensasi. Sama juga dengan di BUMN dan swasta, harus siap dipindahkan tempat kerja kalau diminta perusahaan, harus siap mencapai target yang diminta perusahaan, harus siap mental dimarahin atasan.

Jadi, kalau ditanya kerja yang cocok untuk lulusan teknik lingkungan bagi perempuan apa? Jawabannya ada di diri kalian masing-masing.

Kalau dari segi keilmuan, semua ilmu punya manfaatnya masing-masing dan punya jalur karirnya masing-masing. Kalau mau lihat dari karirnya saja tanpa menimbang basic keilmuan (yang saya senangi matematika dan fisika), jujur saja kini saya lebih lebih lebih tertarik untuk profesi yang lebih fleksibel dan bisa mandiri. Misalnya jadi dokter, dokter gigi, notaris, arsitek, psikolog, desainer (desain grafis, desain produk, desain interior), ahli IT (programmer, desainer web, buat software), dan pengusaha.

Walaupun belajarnya berat, risiko kerjanya berat, tapi nanti waktu kerjanya lebih fleksibel, misal bisa buka praktek sendiri atau kantor sendiri. Meski tentunya harus punya modal yang besar juga.

Karena nantinya bagi perempuan masalah waktu itu penting, banyak hal yang harus diurus. Menurut saya saat ini, lebih enak kerjaan yang karirnya bisa kita atur sendiri, mau jadi terkenal bisa, mau biasa-biasa yang penting mencukupi juga bisa.

Menyenangi ilmu itu baik, misalnya senang sama ilmu-ilmu yang eksak saja atau senang sama ilmu yang social saja. Tapi penting juga liat karir kedepannya. Karena semua ilmu yang ada dibangku sekolah (SD-SMA) ya hanya sampai disitu saja berperan pentingnya, jadi bekal saja.

Saat memasuki perkuliahan, lebih banyak lagi ilmu baru yang akan dipelajari dan sejujurnya tidak banyak yang berhubungan dengan mata pelajaran SD-SMA. Jadi kalau berpikirnya, saya jurusan IPA harus kuliah di teknik, ini pemikiran yang keliru. Karena saat masuk dunia kerja, ilmu yang mengantarkan kepada kesuksesan adalah ilmu yang bisa diaplikasikan secara nyata.

Pekerjaan itu banyak, jadi jangan takut. Itu hanyalah segelintir pekerjaan yang tampak sekarang. Kedepannya makin banyak muncul pekerjaan-pekerjaan baru yang mungkin saat ini belum ada.

Umumnya saat ini kalau mau mendapatkan kompensasi yang tinggi, lulusan teknik lingkungan harus mau kerja sama orang alias jadi pegawai alias jadi orang lapangan (namanya juga anak teknik). Tapi kalau mau mengedepankan kenyamanan, kerja di NGO atau jadi wirausaha. Entah itu wirausaha di bidang teknik lingkungan atau pun tidak. Karena ilmu yang didapat dari perkuliahan teknik lingkungan, bisa juga diaplikasikan di berbagai jenis usaha, misalnya kalau mau buka restoran, bisa implementasi imu sanitasi makanan, produksi bersih, dan manajemen persampahan.

Kalau mau jadi fulltime mother pun masih bisa menerapkan ilmu teknik lingkungan di rumah, misalnya pengelolaan sampah di rumah, buat kompos sendiri di rumah, mengelola sanitasi rumah (tau jarak terbaik antara septic tank dengan sumur rumah), kelola air limpasan hujan dari atap rumah, dan yang terpenting mendidik anaknya dan keluarganya untuk peduli lingkungan, minimal tidak buang sampah sembarangan dan tau cara memilah sampah.

Tetap semangat! Kerja tidak hanya dihitung dari seberapa besar kompensasinya, tapi dari seberapa besar manfaatnya. Pilih kerja yang buat kalian nyaman karena umur terlalu sia-sia dihabiskan untuk kerja yang tidak membawa manfaat apapun untuk kalian.

Advertisements

2 comments on “Apakah jurusan teknik lingkungan cocok untuk perempuan?”

  1. Ka, jurusan ilmu lingkungan sama teknik lingkungan itu bedanya apaya? Soalnya di salah satu univ yg saya liat ada jurusan ilmu lingkungan .. makasih

    Like

    1. Terimakasih sudah bertanya.

      Yang pasti gelarnya beda, kalo ilmu lingkungan S.Si atau sarjana sains sedangkan teknik ST. Mungkin ada beberapa mata kuliah yang sama dikeduanya, namun tidak semua.

      Kalo jurusan teknik tentu akan mendapat mata kuliah ilmu perancangan/desain (gambar teknik), yang tidak akan didapat mahasiswa jurusan sains.

      Untuk lebih jelasnya, bisa lihat perbedaan kedua jurusan tsb melalui kurikulumnya (daftar mata kuliah). Nanti akan kelihatan jelas bedanya disana.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s