Bahaya konsumsi yang haram

No comments

Semua taulah ya kalau dalam islam makanan yang haram itu contohnya babi, bangkai hewan, hewan yang disembelih bukan dengan nama Allah, darah, dan makanan yang dilarang lainnya. Tapi ternyata ga cuma itu. Ga cuma dari jenis makanannya, tapi dari cara mendapatkannya juga diperhatikan. Kalau cara dapetinnya dengan yang haram, walaupun makanannya lezat dan bergizi bisa jadi sesuatu yang haram.

Semua tau kalau makanan yang dikonsumsi akan masuk ke dalam tubuh. Sari makanan tersebut dibawa oleh darah ke seluruh tubuh. Ada juga yang akan menjadi otot/daging. Can you imagine? Sesuatu yang haram tersebut melekat di tubuh dan bersama kita setiap hari.

Dulu saya tidak terlalu ambil pusing hal ini. Toh bisa taubat juga nantinya (kalo masih ada kesempatan)… Bukan berarti pernah makan yang haram ya. Hanya saja dulu rasanya kurang berhati-hati dan tidak terlalu peduli apa yang dimakan.

Mulai kepikiran serius hal ini ketika saya lulus kuliah. Dimana saat ini adalah masa untuk masuk ke dunia kerja. Kata orang dunia kerja itu keras. Tidak se-ideal seperti pemikiran saat masih menjadi mahasiswa. Dunia kerja dunia yang dinamis. Di dunia kerjalah integritas dan idealisme kita diuji sekuat apa. Kalau udah berhadapan sama yang namanya duit, integritas bisa saja memudar.

Well, ga bisa dipungkiri ada beberapa tempat kerja yang di dalamnya ada lingkaran setan. Mungkin ada banyak alasan kenapa orang mau masuk lingkaran setan ini. Ini pendapat saya saja ya melihatnya dari luar, mungkin karena alasannya kebutuhan, keluarga, atau yang lebih buruknya lagi keselamatan diri yang jadi taruhannya. Yang pasti itu semua nafsu duniawi.

Kalau udah berhubungan sama nafsu, orang udah ga bisa berpikir jernih lagi. Ada juga bagi yang sudah berkeluarga mungkin mengganggap toh gapapalah, ini demi masa depan dan memenuhi kebutuhan keluarga, segala cara dilakuin untuk mendapatkan duit lebih, termasuk dengan cara yang tidak halal.

Tidak halal = haram. Ini mungkin yang namanya karena nila setitik rusak susu sebelanga. Dengan cara tidak halal, maka semua hal yang kita belanjakan dengan uang yang haram tersebut akan menjadi haram. Bukan hanya makanan, tetapi bisa jadi rumah, pakaian, kendaraan, dan semuanya jadi haram. Hmmm… dan akibat fatalnya lagi sesuatu yang haram tersebut bukan hanya berimbas kepada diri sendiri, tetapi juga keluarga lainnya, anak dan istri.

Inilah kenapa memilih pekerjaan yang baik dan aman itu penting. Pekerjaan yang halal, pekerjaan yang tidak mengandung riba, bukan pekerjaan yang didapat dengan cara yang tidak benar misal dengan menipu, kkn, dsb.

Sampai pemikirian tersebut, saya masih biasa aja.

Ada sebab pasti ada akibat. Kalau makan yang haram terus apa akibatnya?

Pernah dengar ada yang namanya dampak kronis? Dampak kronis yaitu dampak yang munculnya setelah bertahun-tahun kemudian. Mungkin bukan sekarang tapi nanti. Mungkin bukan kita, tapi bisa jadi keluarga kita yang ikut mengkonsumsi. Saya pernah dengar dari orang tua saya, bisa jadi merupakan penyebab pada anaknya yang nakal, keluarganya tidak damai sering bertengkar, hidup tidak tentram, dilanda penyakit berat lainnya, dan hal lainnya.

Ya mungkin sebagian hal-hal tersebut terjadi karena tidak hanya karena makan yang haram. Bisa jadi watak anak atau keluarganya yang tidak baik. Tapi, saya percaya ini related. Seperti penjelasan saya di paragraph pertama, masuknya sesuatu yang haram tersebut bisa melekat dalam tubuh dan bagai virus meracuni seisi badan, termasuk hati dan pikiran.

Yang bikin saya terhenyak peduli akan hal ini, bukan cuma karena alasan tersebut. Tetapi juga karena takut Allah tidak mau mendengar do’a saya. Dari kajian yang pernah saya dengar, salah satu alasan do’a tidak didengar Allah karena kita makan yang haram, menggunakan yang haram. Tidak dinotice Allah sama sekali sungguh menakutkan.

Saya percaya do’a merupakan salah satu jalan untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Do’a minta dimudahkan segala urusan, do’a minta diberi perlindungan ketika bepergian, minta diberi akhlak yang baik, minta diampuni dosa-dosanya, minta diberi kesehatan dan masih banyak do’a lain yang ingin disampaikan. Gimana bisa minta yang baik-baik tapi ternyata ada penghalangnya, yaitu yang haram tadi.

Ada cerita lain yang saya dapat dari guru SMA. Ini pantas sebagai motivasi buat pelajar atau mahasiswa, supaya jujur dalam ujian. Mungkin di lingkungan kelas praktik nyontek masih banyak dan sudah jadi hal lumrah. Namun kala itu guru saya bilang kalau nilai yang didapat dari nyontek akan masuk ke ijazah. Ijazah digunakan buat cari kerja. Kerja supaya dapat duit memenuhi kebutuhan. Well, bisa sambung menyambung jadi demikian ujung-ujungnya yang rugi diri kita sendiri. Ini salah satu trigger buat saya sendiri harus berani jujur. Gimana kalau ijazahnya ga dipake buat cari kerja? Kan penerimaan kerja sekarang juga kebanyakan melalui tes? Hmmm gimana ya.. tetap aja diri kita sekarang bisa jadi cerminan diri di masa depan. Wallahualam.

So, penting banget buat perhatiin dari sekarang apa dan bagaimana cara agar bisa mendapat rezeki yang halal. Penting karena pengaruhnya bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga keluarga terdekat kita. Penting karena imbasnya bisa jadi bukan hari ini, tapi ke masa depan. Bukan ke satu atau dua hal, tapi ke banyak hal dalam kehidupan kita.

Saya pun masih belajar. Ada kalanya semangat, ada kalanya iman turun. Semoga Allah senantiasa berikan kita petunjuk dan menguatkan iman kita menghadapi kehidupan dunia ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s