Jabatan dalam pohon

No comments

IMG_20170924_100750.jpg

Suatu perusahaan/organisasi itu ibarat sebuah pohon. Posisi dan peran tiap jabatan dapat dilihat dari bagian pohon tersebut.

Karyawan biasa bagaikan akar pohon. Akar menopang dan mencari sumber air dan nutrisi untuk pertumbuhan pohon. Dia bergerak semakin dalam dan menjalar kemana-mana untuk mencari makanan pohon. Namun akar sesuai kodratnya akan selalu tertanam dalam tanah dan tidak dapat dengan mudah melihat kondisi sekitarnya. Yang dia tau hanyalah kondisi di bawah. Begitu pula karyawan, semakin giat dia bekerja akan semakin besar memberi keuntungan untuk perusahaan. Seseorang yang menjadi karyawan lambat laun hanya akan fokus mengerjakan pekerjaannya saja. Rutin dan terbiasa mengerjakan satu atau dua hal saja dan lambat laun merasa asing melihat dan terlihat dunia luar.

Karyawan yang tingkatannya lebih tinggi semisal supervisor atau manager itu ibarat batangnya. Karena posisinya yang lebih di atas, dia lebih beruntung dapat melihat lingkungan sekitarnya. Dari batang-batang tersebut akan muncul tunas yang kemudian akan menjadi cikal bakal ranting. Namun apabila membiarkan terlalu banyak ranting yang tumbuh akan membuat pertumbuhan pohon ke atas semakin lambat. Oleh karenanya akan ada penyeleksian ranting-ranting tersebut. Sebagian ranting-ranting akan dipotong agar pertumbuhan ke atas cepat. Batang mirip dengan karyawan tersebut. Biasanya karyawan di atas akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk berkembang lagi. Bahkan bisa naik posisi jabatan yang lebih tinggi dengan cepat bagi yang beruntung. Namun tidak bisa semua mendapatkannya. Mereka harus melewati seleksi yang ketat agar dapat terpilih. Dan mereka yang lain harus bersabar agar tetap menopang perusahaan dengan baik.

Dahan pohon yang berada paling atas adalah ibarat bosnya. Dia dapat melihat langit yang biru, suasana disekitarnya, dan aktivitas makhluk hidup lainnya dengan jelas. Dahan pohon teratas akan mengarahkan kemana arah pohon tersebut karena mengikuti arah matahari. Demikian pula dengan bos, dia memiliki pengetahuan akan banyak hal, menikmati banyak hal, dan memberikan pengaruh besar terhadap perusahaannya.

Tantangan tiap posisi jabatan berbeda-beda layaknya pohon.

Dahan teratas harus menghadapi angin kencang, paling keras mendapat hantaman bila terjadi badai hujan, dan paling banyak mendapat terang dan panasnya cahaya matahari.  Selain itu, juga dihinggapi banyak burung dan hewan lainnya. Dahan yang tidak kuat menahan beban terlalu banyak akan patah dan terjatuh hingga ke dasar tanah. Bos pun demikian. Bos tentu mendapatkan tantangan dan godaan yang paling besar. Ada ada saja orang atau kejadian yang ingin menjatuhkannya. Dengan posisinya paling atas banyak orang yang mendekat dan berbaik padanya dengan maksud tertentu. Bila tidak hati-hati dalam mengambil keputusan dan tidak tahan banting, dia akan jatuh dan menjadi orang yang paling merugi besar.

Semakin ke atas semakin berat beban yang harus dipikul. Namun semakin keatas akan dapat melihat hal baru dan yang bahkan belum pernah dilihat sebelumnya. Tiap posisi ada risikonya masing-masing.

Pertumbuhan perusahaan pun memilih caranya masing-masing berkembang. Ada yang pertumbuhannya terlalu cepat namun cepat juga terlindas. Ada pula yang perkembangannya lambat namun eksistensinya lama. Bagaikan pohon yang terlalu cepat pertumbuhannya ke atas namun tiada banyak ranting dan dahan yang dimilikinya. Dia akan tumbang dengan cepat dihantam badai karena badannya/batangnya yang kecil. Bila pohon tersebut memiliki ranting yang banyak, pertumbuhannya bisa jadi kalah cepat dibanding yang ranting sedikit. Namun dia akan memiliki masa hidup yang lebih lama karena sedikit yang tertarik untuk mengganggunya. Dirinya pun lebih kokoh karena memiliki batang yang besar dan tebal serta ranting dan daun yang lebih banyak.

Untuk menjadi dahan yang teratas pun butuh waktu. Makin lama mencapai posisi puncak bukan berarti tidak baik. Dengan semakin banyaknya waktu yang dilalui akan semakin banyak pengalaman yang didapat. Itu lah bekal yang berharga yang tidak dimiliki lainnya. Bila mendapat kesempatan menjadi posisi teratas, dirimu akan bisa bertindak lebih bijaksana karena pengalaman-pengalaman panjang yang telah kau lalui tersebut.

Maka berusahalah jadi dahan teratas yang kokoh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s